Rabu, 30 November 2011

RD: Indonesia Main Cepat, Galaxy Lebih Efisien


JAKARTA - Pelatih Indonesia Selection Rahmad Darmawan menyatakan, tim asuhannya memberikan perlawanan dengan cara yang benar untuk menghadapi LA Galaxy yang notabenenya merupakan juara Major League Soccer (MLS) musim ini.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu (30/11/2011), Indonesia Selection hanya kalah tipis 1-0 melalui gol tunggal Robbie Keane di menit ke-14. Meski, kalah, pelatih yang akrab disapa RD ini mengaku banyak yang bisa diambil dari laga persahabatan tersebut.

"Hari ini kita menunjukkan satu contoh, respek kepada lawan tapi dengan cara yang benar. Kita memberikan perlawanan yang maksimal, anak-anak bermain untuk mengalahkan lawan," jelas RD dalam konferensi pers seusai pertandingan, Rabu (30/11/2011) malam.

"Walau hasilnya tidak bgitu bagus, paling tidak, saya ingin melihat sample pemain kita ini ada di mana, kalau jujur bisa saya katakan yang membedakan dua tim ini bahwa, mereka jelas lebih mampu mengatur ritme permainan," terang mantan pelatih Sriwijaya FC ini.

Menurut RD, kelebihan LA Galaxy adalah mampu bermain efisien di babak pertama. Sedangkan, Indonesia dalam beberapa momen bisa menang di kecepatan.

"Skill ini (kecepatan) yang akan kita gali potensi dari pemain kita dengan kelebihan yang kita miliki, tapi tetap bisa bermain seperti mereka dengan efisien, saya mendapat pelajaran yang berharga," paparnya.

"Sementara kita bermain bagus dari belakang dan tengah tapi di depan kita kurang cepat mengatur ritme, sehingga bola cepat hilang," ucap mantan pelatih Persija Jakarta ini.

RD menambahkan, mengenai bagaimana Timnas ke depan, dirinya hanya membantu memberikan gambaran tentang gabungan pemain Timnas senior dan Timnas U-23.

"Anak-anak sudah membuktikan bisa menyulitkan lawan. Mereka sangat efisien, kapan harus keep posisiton dan kapan harus bermain secara tajam," imbuh pelatih yang membawa Timnas U-23 Indonesia meraih medali perak SEA Games 2011 lalu ini.

"Tugas saya memberikan satu gambaran siapa pemain Indonesia ke depan, siapapun nanti pelatihnya silahkan nanti menentukan siapa pemainnya, apakah pemain U-23 layak untuk membela Timnas Senior," tandasnya.

Beckham Puji Fans, Keane Kepanasan


JAKARTA - David Beckham memuji fans Indonesia yang menurutnya sangat luar biasa dalam mendukung tim Indonesia dan LA Galaxy dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan klub Amerika Serikat lewat gol tunggal Robbie Keane di menit ke-14.

Setelah usai laga yang berlangsung di stadion Gelora Bung Karno, Rabu (30/11/2011), pemain yang akrab disapa Becks ini juga berterima kasih atas keramahan warga Indonesia dalam menyambut dirinya dan timnya.

"Saya sangat senang berada di sini dari mendarat sampai hari ini, kami diperlakukan sangat luar biasa, fansnya sangat hebat saat mendukung LA Galaxy dan tim Indonesia," ucap Beckham dalam konferensi pers setelah pertandingan, Rabu (30/11/2011).

"Kami sangat menikmati ada di sini, Indonesia sangat bagus, pertandingan yang berat," lanjutnya.

Mengenai masa depannya di LA Galaxy, pemain berusia 36 tahun ini masih belum mau menegaskan ke mana dia akan berlabuh meski kontraknya akan habis akhir tahun ini.

"Saya mau fokus di Galaxy karena sekarang masih di Galaxy. Saya belum memikirkan untuk klub lain saat ini," katanya.

Sementara itu, Robbie Keane juga mengaku senang dalam pertandingan tersebut karena Indonesia Selection memberikan perlawanan yang tangguh, terutama dia juga mencetak gol kemenangan LA Galaxy.

"Saya sangat senang mencetak gol, apalagi tim kita menang dan bisa memberikan kontribusi. Malam ini cukup panas, tapi saya menikmatinya," tukasnya.

LA Galaxy Pertimbangkan Undang Andik & Greg


JAKARTA - Pelatih LA Galaxy Bruce Arena mengaku bisa mempertimbangkan dua pemain, Andik Vermansyah dan Greg Nwokolo untuk diundang ke Amerika Serikat. Itu setelah dia melihat keduanya bermain dalam pertandingan antara Indonesia Selection melawan LA Galaxy di stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Rabu (30/11/2011) yang dimenangkan David Beckham cs dengan skor 1-0.

Menurut Bruce, Andik dan Greg sangat berbakat, kedua pemain tersebut menampilkan permainan yang sangat baik dalam laga persahaban tersebut.

"Nomor 21 (Andik) sangat berbakat. Banyak pemain yang tampil sangat baik, terutama nomor 21 dan nomor 10 (Greg) sangat baik," ujar Arena dalam konferensi pers seusai pertandingan, Rabu (30/11/2011).

"Kemungkinan dipertimbangkan apakah nantinya kami bisa mengundang mereka untuk memperkuat tim LA Galaxy atau setidaknya melakukan trial," tambahnya.

Mengenai evaluasi dari pertandingan tersebut, terutama apa saja kelemahan tim Indonesia Selection, Arena mengaku, tidak melihat kelemahan dalam tim besutan Rahmad Darmawan.

"Tim Indonesia memberikan perlawanan yang sangat tangguh malam ini. Ini bukan pertandingan yang mudah bagi kami, secara keseluruhan ini sangat indah," tukasnya.

"Saya tidak melihat kekurangan tim Indonesia dalam pertandingan tadi, penyerang Indonesia dan pemain belakang dan tengah bermain sangat baik," paparnya.

"Saya juga ingin mengucapkan terima kasih atas keramahan dan sambutan dari warga Indonesia karena sangat menyambut ramah kami. Ini merupakan masa yang sangat indah di Jakarta," tandasnya.

Alasan Beckham Tukar Kaos dengan Andik


JAKARTA - David Beckham bertukar kaos dengan Andik Vermasyah seusai pertandingan antara Indonesia Selection melawan LA Galaxy di stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (30/11/2011) yang dimenangi klub Amerika Serikat itu dengan skor 1-0.

Beckham sendiri bukan tanpa alasan bertukar kaos dengan Andik, menurut pemain berusia 36 tahun itu, Andik bermain cukup cepat selama dimainkan dalam pertandingan tersebut. Selain itu, kaos itu juga bentuk permintan maaf pemain yang akrab disapa Becks itu atas tekelnya di babak pertama kepada Andik.

"Saya merasa tidak enak karena kasar sama dia dan saya menginginkan kaosnya dia (Andik) karena dia sangat berbakat," ujar Beckham dalam konferensi pers seusai pertandingan, Rabu (30/11/2011).

Beckham juga mengatakan, pemain Indonesia sangat bagus dan cepat. Mantan pemain Manchester United ini juga menilai, Firman Utina cs memberikan perlawanan yang berat dalam pertandingan tadi.

"Tim yang kami hadapi cukup tangguh, memberikan perlawanan yang baik dan memiliki pemain yang bertalenta serta cepat. Kecepatan mereka sempat membuat kewalahan pertahanan kami," papar suami Victoria Beckham ini.

"Saya berharap, jika kami diundang lagi, kami akan datang lagi ke sini. Kami diperlakukan sangat luar biasa, dan pertandingan yang menarik," tandasnya.

Andik: 3 Hari Kaos Beckham Nggak di Cuci


JAKARTA - Mungkin gelandang Andik Vermansyah tak menyangka bakal mendapat kaos David Beckham setelah pertandingan antara Indonesia Selection melawan LA Galaxy, Rabu (30/11/2011) malam di stadion Gelora Bung Karno.

Andik mengatakan, dirinya senang bertukar kaos dengan Beckham, bahkan menurutnya Beckham itu terlihat seperti wanita yang sangat cantik, karena pesona pemain berusia 36 tahun itu begitu bersinar.

"Senang banget, tahu-tahu tadi saya dipanggil Beckham, terus dia ngajak tukeran kaos," ungkap Andik kepada wartawan, Rabu (30/11/2011).

"Kaosnya nggak akan saya cuci 3 hari. Kaosnya seminggu buat nemenin saya tidur," ucapnya sambil tertawa.

Ketika ditanya apa yang Beckham katakan saat bertukar kaos dengannya, Andik mengatakan, Beckham hanya memanggil dia, kemudian melepas kaosnya dan memberikan kaos bernomor punggung 23 di LA Galaxy itu untuknya.

"Saya bilang thank you, dia (Beckham) bilang, no problem," tutur pemain Persebaya 1927 ini.

Dalam pertandingan antara Indonesia Selection melawan LA Galaxy, dimenangi klub asal Amerika Serikat itu dengan skor 1-0. Satu-satunya gol dicetak Robbie Keane di menit 14.

Beckham Beri Kostum untuk Andik


JAKARTA – Entah karena merasa bersalah atau terkesan dengan permainan yang ditampilkan Andik Vermansyah, bintang LA Galaxy David Beckham memilih bertukar kostum dengan pemain mungil Persebaya 1927 tersebut.

Dari sekian banyak pemain Timnas Selection yang mengincar kostum keramat nomor 23 milik Beckham, ternyata sang pemain memilih Andik sebagai pemain yang paling beruntung. Usai laga yang berakhir 1-0 untuk kemenangan Galaxy di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (30/11/2011), Beckham langsung menerima ajakan Andik untuk bertukar kostum. Momen ini pun langsung disambut sorakan sekira 30 ribu penonton yang memadati SUGBK.

Ada beberapa alasan yang bisa dijadikan rujukan mengapa Becks memilih bertukar kostum dengan Andik. Pertama, dalam pertandingan tersebut Andik memang menjadi salah satu pemain yang bermain cukup impresif dan tak jarang membuat barisan belakang Galaxy keteteran mengawal pergerakan atau pun larinya yang terkenal kencang.

Kedua, Becks mungkin merasa bersalah karena sempat melepaskan tekel keras kepada bintang timnas U-23 Indonesia tersebut awal laga. Ya, Becks melakukan tekel keras dari belakang kepada Andik. Aksi tersebut kontan menuai kecaman dari para suporter Merah Putih yang langsung menyoraki (dengan kata huuu..) setiap kali mantan bintang Manchester United dan Real Madrid ini memegang bola, hingga akhirnya digantikan pada menit ke-84.

Terlepas dari ‘teror’ suporter, Beckham sendiri mengaku sangat terkesan dengan atmosfer stadium yang cukup padat meski laga ini hanya sebatas eksebisi. Tak hanya memberikan acungan jempol atas dukungan penuh suporter Indonesia, suami dari Victoria Adams ini juga memuji permainan Bambang Pamungkas dkk.

“Ya, atsmosfer pertandingan luar biasa. Banyak sekali suporter yang datang,” tutur Becks dalam wawancara singkat setelah pertandingan.

“Ini pertandingan yang sulit. Indonesia punya banyak pemain bagus dan mereka (pemain) juga bermain sangat baik,” pungkas dengan telanjang dada dan menggenggam kostum Andik.

Di sisi lain, ambisi Bambang Pamungkas untuk bertukar kostum dengan pemain idolanya, Robbie Keane juga harus sirna. Bomber Persija Jakarta ini kalah cepat dengan pemain lain, sehingga harus puas bertukar kostum dengan pemain Galaxy lainnya.

“Tadinya saya ingin tukar kostum dengan Robbie Keane, tapi dia sudah lebih dulu tukar kostum dengan (Patrich) Wanggai,” imbuh Bepe yang mengaku ingin bertukar kostum dengan Keane karena sang pemain pernah merumput di Inter Milan, klub favoritnya.

Indonesia Selection Gagal Permalukan Beckham Cs


JAKARTA – Indonesia Selection harus mengubur mimpi bisa menaklukan juara Liga Amerika Serikat 2011 LA Galaxy dalam pertandingan persahabatan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Di laga ini, Indonesia yang dihuni gabungan pemain senior dan Timnas U-23 takluk 0-1.

Indonesia selection yang diinstruksikan mengincar kemenangan di laga persahabatan ini langsung menggebrak di menit-menit awal. Andik Vermansyah sempat mengancam pertahanan LA Galaxy dari sisi kanan setelah melewati pemain belakang Galaxy, sayang umpannya terlambat dimanfaatkan Patrich Wanggai sehingga bola diamankan pemain LA Galaxy. Satu percobaan yang dilakukan Patrich Wanggai dari luar kotak penalti juga hanya melebar di sisi gawang.

Penampilan ngotot Merah-Putih ternyata membuat pemain LA Galaxy sedikit terpancing. Bahkan David Beckham pun melakukan pelanggaran keras terhadap Andik Vermansyah.

Aksi ini membuat penonton yang memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno selalu menyoraki Beckham saat mantan pemain Manchester United dan Real Madrid ini menguasai bola.

Keasyikan menyerang, lini pertahanan Indonesia dikejutkan dengan serangan apik yang dipertontonkan LA Galaxy. Melalui, kerjasama satu-dua yang memikat, Robbie Keane mengeksekusi bola ke pojok gawang Andritany hingga menggetarkan jala Indonesia.

Tertinggal 1-0, Patrich Wanggai cs balik mendominasi permainan dan sering memaksa sprint pemain belakang Galaxy. Sementara dalam bertahan, Beckham Cs hanya menerapkan zona marking, dan mengandalkan kerja sama tim dengan taktis.

Tapi LA Galaxy kembali menunjukkan kelasnya untuk meneror pertahanan Indonesia. Sebuah peluang emas sempat mampir di kaki Juninho di menit 26, sayang bola sontekannya masih melebar, padahal posisinya sudah berhadap-hadapan dengan Andritany.

Sebelum pluit babak pertama berakhir Indonesia mengemas sejumlah peluang dari Andik Vermansyah, namun penyelesaian yang terburu-buru membuat gol yang dikejar tak juga berhasil dikantongi. Upaya LA Galaxy bahkan sempat dua kali membentur tiang gawang Indonesia. Hingga turun minum, kedudukan tetap 1-0 untuk LA Galaxy.

Di babak kedua tempo permainan tidak banyak berubah meski sejumlah pergantian dilakukan di kedua kubu. Namun masuknya Ahmad Bustomi lebih menghidupkan serangan dari lini tengah.

Meski tetap bermain menyerang dalam tempo sedang, Galaxy justru mengemas peluang beberapa menit setelah babak kedua dimulai, ketika Mike Magee lolos dari kawalan dan membelokan bola ke arah gawang dan mengenai tiang sayang dia berada di dalam posisi offside.

Bambang Pamungkas yang masuk menggantikan Patrich Wanggai juga sempat merepotkan pertahanan Los Galacticos, saat menusuk di sisi kanan pertahanan, tapi umpannya masih dekat ke pemain belakang LA Galaxy sehingga percobaan Indonesia kembali gagal.

David Beckham juga nyaris menjebol gawang Indonesia melalui set-piece, sayang bolanya melambung tipis di atas mistar. Beckham pun akhirnya ditarik keluar di menit 84, digantikan Dan Keat.

Sebelum pertandingan berakhir, juara MLS 2011 nyaris tidak memiliki peluang, sementara peluang terbaik Indonesia lahir dari sepakan voli Ahmad Bustomi dan skrimit di depan gawang, tapi tekanan demi tekanan ke gawang LA Galaxy tak jua membuahkan hasil, sehingga kedudukan 1-0 untuk LA Galaxy tak berubah.


Indonesia selection

12 Andritany (GK)
24 Diego Michiels
8 Egi Melgyansyah
21 Andik Vermansyah
27 Patrich Wanggai
15 Firman Utina (C)
22 M. Ridwan
23 Hamka Hamzah
10 Greg Nwokolo
5 Victor Igbonefo
3 Zulkifli Syukur

Cad

1 Kurnia Meiga (GK)
13 Gunawan Dwi Cahyo
17 Hasim Kipuw
16 Mahardiga Lasut
18 Oktovianus Maniani
19 Ahmad Bustomi
11 M Ilham
20 Bambang Pamungkas

LA Galaxy

12 Josh Saunders (GK)
20 A.J DeLaGarza
2 Todd Dunivant
5 Sean Franklin
4 Omar Gonzalez
23 David Beckham
10 Landon Donovan
19 Juninho
18 Mike Magee
17 Adam Christman
14 Robbie Keane

Cad

24 Brian Perk (GK)
3 Gregg Berhalter
6 Frankie Hejduk
29 Dasan Robinson
28 Ryan Thomas
30 Paolo Cardozo
16 Hector Jimenez
27 Bryan Jordan
15 Dan Keat
7 Jovan Kirovski
21 Dustin McCarty
26 Michael Stephens
25 Miguel Lopez
32 Jack McBean

Babak I: LA Galaxy Jebol Gawang Indonesia Selection


JAKARTA – LA Galaxy sementara unggul 1-0 atas Indonesia Selection di babak pertama dalam laga persahabatan di Stadion Gelora Bung Karno. Gawang Indonesia jebol oleh Robbie Keane.

Indonesia selection yang diinstruksikan mengincar kemenangan di laga persahabatan ini langsung menggebrak di menit-menit awal. Andik Vermansyah sempat mengancam pertahanan LA Galaxy dari sisi kanan setelah melewati pemain belakang Galaxy, sayang umpannya terlambat dimanfaatkan Patrich Wanggai sehingga bola diamankan pemain LA Galaxy. Satu percobaan yang dilakukan Patrich Wanggai dari luar kotak penalti juga hanya melebar di sisi gawang.

Penampilan ngotot Merah-Putih ternyata membuat pemain LA Galaxy sedikit terpancing. Bahkan David Beckham pun melakukan pelanggaran keras terhadap Andik Vermansyah.

Aksi ini membuat penonton yang memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno selalu menyoraki Beckham saat mantan pemain Manchester United dan Real Madrid ini menguasai bola.

Keasyikan menyerang, lini pertahanan Indonesia dikejutkan dengan serangan apik yang dipertontonkan LA Galaxy. Melalui, kerjasama satu-dua yang memikat, Robbie Keane mengeksekusi bola ke pojok gawang Andritany hingga menggetarkan jala Indonesia.

Tertinggal 1-0, Patrich Wanggai cs balik mendominasi permainan dan sering memaksa sprint pemain belakang Galaxy. Sementara dalam bertahan, Beckham Cs hanya menerapkan zona marking, dan mengandalkan kerja sama tim dengan taktis.

Tapi LA Galaxy kembali menunjukkan kelasnya untuk meneror pertahanan Indonesia. Sebuah peluang emas sempat mampir di kaki Juninho di menit 26, sayang bola sontekannya masih melebar, padahal posisinya sudah berhadap-hadapan dengan Andritany.

Sebelum pluit babak pertama berakhir Indonesia mengemas sejumlah peluang dari Andik Vermansyah, namun penyelesaian yang terburu-buru membuat gol yang dikejar tak juga berhasil dikantongi. Upaya LA Galaxy bahkan sempat dua kali membentur tiang gawang Indonesia. Hingga turun minum, kedudukan tetap 1-0 untuk LA Galaxy.

Tekel Andik, Beckham Disoraki Penonton


JAKARTA - Gelandang LA Galaxy David Beckham mendapat sorakan "huuuu" dari penonton setelah menekel gelandang Indonesia Selection Andik Vermansyah dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (30/11/2011) malam.

Pada sekitar menit ke-10 babak pertama, Beckham menekel Andik dari belakang, meski pelanggaran, namun pemain berusia 36 tahun itu tak mendapat kartu kuning, padahal pelanggaran tersebut terbilang keras.

Setiap Beckham mendapatkan bola, terdengar penonton menyoraki Beckham: "Huuuuu", disinyalir, sikap suporter Indonesia itu karena suami Victoria Beckham tersebut menekel Andik dan tak mendapat kartu dari wasit Faulur Rosy yang memimpin pertandingan.

Beckham juga sempat bersitegang dengan striker Indonesia Selection Greg Nwokolo yang memprotes keputusan wasit yang tak memberi kartu pada Beckham.

Inilah Line Up Indonesia Selection vs LA Galaxy


JAKARTA - Menghadapi LA Galaxy, Pelatih Indonesia Selection Rahmad Darmawan meracik strategi gabungan antara pemain Timnas U-23 dan Timnas Senior. Namun, ia tetap mempercayakan posisi kapten kepada Firman Utina.

RD membuat kejutan dengan menempatkan Andritany sebagai starter untuk mengawal gawang timnya. Sementara itu, di barisan depan, RD mempercayakan kepada duet Greg Nwokolo dan Patrich Wanggai untuk menggedor pertahanan LA Galaxy.

Sementara itu, LA Galaxy yang diasuh Bruce Arena menempatkan bintang-bintang mereka seperti David Beckham, Robbie Keane dan London Donovan sejak menit pertama pertandingan persahabatan ini.

Namun, dikabarkan bintang-bintang hanya akan bermain hingga babak pertama. Hal itu untuk menghindari adanya cedera yang dapat terjadi.

Berikut skuad Indonesia Selection vs LA Galaxy:

Indonesia selection

12 Andritany (GK)
24 Diego Michiels
8 Egi Melgyansyah
21 Andik Vermansyah
27 Patrich Wanggai
15 Firman Utina (C)
22 M. Ridwan
23 Hamka Hamzah
10 Greg Nwokolo
5 Victor Igbonefo
3 Zulkifli Syukur

Cad
1 Kurnia Meiga (GK)
13 Gunawan Dwi Cahyo
17 Hasim Kipuw
16 Mahardiga Lasut
18 Oktovianus Maniani
19 Ahmad Bustomi
11 M Ilham
20 Bambang Pamungkas

LA Galaxy
12 Josh Saunders (GK)
20 A.J DeLaGarza
2 Todd Dunivant
5 Sean Franklin
4 Omar Gonzalez
23 David Beckham
10 Landon Donovan
19 Juninho
18 Mike Magee
17 Adam Christman
14 Robbie Keane

Cad
24 Brian Perk (GK)
3 Gregg Berhalter
6 Frankie Hejduk
29 Dasan Robinson
28 Ryan Thomas
30 Paolo Cardozo
16 Hector Jimenez
27 Bryan Jordan
15 Dan Keat
7 Jovan Kirovski
21 Dustin McCarty
26 Michael Stephens
25 Miguel Lopez
32 Jack McBean

Loket Baru Buka Pukul 12, Calon Pembeli Kecewa


JAKARTA- Antrean tiket di loket untuk pertandingan LA Galaxy melawan Indonesia Selection Jalan Pemuda di seberang gedung Piramid KONI sudah terlihat memakan jalan pada pukul 10.00 WIB.

Pertandingan sendiri baru akan digelar nanti malam (30/11/2011) di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Namun, animo masyarakat mulai meningkat setelah dua hari ini melihat sosok David Beckham cs berada di Jakarta.

Sejak empat hari loket dibuka, baru kali ini loket dibanjiri calon penonton yang ingin melihat aksi Beckham, Robbie Keane, Landon Donovan dan yang lainnya. 76 ribu lembar tiket yang dikeluarkan oleh pihak panitia, baru 30 ribu yang laku terjual hingga tadi malam (29/11/2011), namun ada potensi bakal meningkat bila melihat antrean yang ramai di loket-loket penjualan tiket.

"Mau bagaimana lagi, kalo saya cuma duduk-duduk santai dipinggir saja, nanti antreannya diambil orang, nggak dapat tiket. Yah, terpaksa antre sampai jalanan," kata salah satu calon penonton, Rodrick.

"Saya kecewa sekali, harusnya dibuka dari pagi, ternyata baru jam 12 siang dibuka, akibatnya seperti ini, pembeli mulai membludak, antreannya jadi panjang," kata salah satu calon pembeli, Dude kepada Okezone, Rabu (30/11/2011).

Kendati antrean memakan badan jalan, arus lalu lintas di Jalan Pemuda tetap lancar karena kendaraan yang melintas tidak terlalu ramai, selain itu ada petuga kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi antrean.

Tiket yang termurah untuk menonton David Beckham cs seharga Rp 82.500 yakni untuk Kategori 3, untuk Kategori 2 dijual seharga Rp 165 ribu, Kategori 1 Rp 275 ribu. Sementara untuk VIP Timur Rp 550 ribu, VIP Barat Rp 825 ribu, dan menonton di bangku VVIP harus merogoh kocek senilai Rp2,2 juta.

Minggu, 20 November 2011

Rahmad Darmawan Siapkan Algojo Penalti

Pelatih Timnas Indonesia Rahmad Darmawan menyiapkan algojo tendangan penalti untuk antisipasi jika pada pertandingan final SEA Games 2011 melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Senin (21/11), berakhir imbang.

"Memang benar, kami telah menyiapkannya (algojo tendangan penalti). Pemain ini telah kami siapkan sejak pertandingan babak semifinal lalu," katanya di sela latihan ringan Timnas di Hotel Sultan Jakarta, Minggu.

Kendati telah disiapkan, kata Rahmad, belum tentu pemain tersebut akan melaksanakan tugas sesuai dengan rencana, karena siapa yang bakal ditunjuk merupakan pemain pilihan yang turun pada pertandingan puncak itu.

"Tidak mudah menentukan pemain untuk mengeksekusi tendangan penalti. Selain tajam, juga harus memiliki mental yang kuat," katanya menambahkan.

Ia menjelaskan, yang terpenting untuk dipersiapkan saat ini adalah pemulihan fisik pemain. Untuk itu, jajaran pelatih dan tim medis terus memantau perkembangan pemain setelah bermain habis-habisan saat menghadapi Vietnam, Sabtu (19/11).

Beberapa pemain yang terus dipantau kondisi fisiknya antara lain sang kapten Egi Melgiansyah, Mahardiga Lasut dan pemain belakang Gunawan Dwi Cahyo.

"Tapi, ada beberapa pemain yang recovery-nya cepat. Mereka memang berbeda dengan yang lain, meski terus bermain," kata mantan pelatih Persija Jakarta itu.

Pemain yang memiliki kemampuan lebih itu adalah striker Titus Bonai serta dua gelandang serang, yaitu Andik Vermansyah dan Oktovianus Maniani. Bahkan Titus Bonai adalah pemain yang tampil penuh selama lima pertandingan sejak babak penyisihan.

Rahmad mengaku, berbekal kekalahan pada pertandingan pertama melawan Malaysia, jajaran pelatih menginstruksikan kepada seluruh pemain untuk bermain lepas, karena pertandingan ini adalah penentuan untuk merebut medali emas.

Jika mampu merebut medali emas, ini adalah sebuah prestasi yang patut dibanggakan setelah 20 tahun paceklik emas. Medali emas terakhir direbut tim sepak bola pada SEA Games 1991 di Manila, Filipina.

Ayooooo, Ganyang Malaysia!!!!

Indonesia empat kali menjadi tuan rumah SEA Games (1979, 1987, 1997, 2011). Di empat edisi menjadi tuan rumah itu, cabor sepakbola selalu melaju ke partai final. Menariknya, tiga dari empat kali lolos ke final tersebut Indonesia selalu bertemu Malaysia. Hanya di SEA Games 1997 di babak puncak Indonesia ketemu Thailand dan kalah lewat drama adu penalti.

Di final SEA Games 1979 Indonesia menyerah dengan skor tipis 1-0 kepada Malaysia. Kekalahan itu dibalas dengan skor yang sama pada SEA Games edisi 1987 lewat gol semata wayang Ribut Waidi di injury time.

Nah, di SEA Games tahun ini skuad Merah Putih kembali bentrok dengan Malaysia. Siapa yang akan menjadi pemenang? Jawabannya akan tersaji malam nanti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). (Siaran langsung RCTI pukul 19.30 WIB).

Malam nanti adalah pertemuan kali kedua Indonesia versus Malaysia di SEA Games XXVI/2011. Empat hari lalu (17/11) kedua tim sudah bentrok di laga pemungkas babak penyisihan grup A. Indonesia yang sudah memastikan merebut satu tiket semifinal turun dengan tim lapis kedua dan kalah tipis 1-0.

Indonesia lolos ke final setelah tampil heroic dengan mengalahkan finalis SEA Games 2009 Vietnam dengan skor 2-0. Sementara Malaysia yang berstatus juara bertahan melaju ke babak puncak setelah menang tipis 1-0 atas Myanmar di semifinal. Ini adalah kesempatan emas timnas Indonesia untuk meraih medali emas SEA Games setelah terakhir kali diraih 20 tahun silam (SEA Games 1991).

Pelatih timnas U-23 Rahmad Darmawan mengatakan jika timnya dalam kondisi sangat bersemangat untuk kembali menghadapi Malaysia. Hanya saja ada beberapa pemain yang tingkat kelelahannya diatas pemain-pemain lain. Mereka adalah Titus Bonai, Egi Melsgiansyah, Diego Michiels, dan Gunawan Dwi Cahyo." "Tapi mereka masih bisa main," kata Rahmad.

Untuk menjaga stamina pemain kemarin skuad Merah Putih hanya melakukan peregangan ringan di sampaing kolam renang Hotel Sultan Jakarta, tempat skuad Garuda Muda menginap. Pemulihan kondisi yang dilakukan selama sejam itu para pemain hanya melakukan senam-senam ringan dan jogging di seputaran taman hotel.

Pemulihan kondisi itu berjalan sangat santai. Usai latihan pemain dibebaskan berinteraksi dengan tamu-tamu hotel yang menyaksikan jalannya peregangan. Begitu selasai para pemain langsung diserbu untuk dimintai tandatangan dan foto bersama. Pemain "bule" Diego Michiels menjadi yang paling laku.

"Kali ini kita kumpulin pemain untuk membangun motivasi mereka. Ini sekaligus kami jadikan ajang mengecek kondisi fisik pemain. Siapa yang kurang sehat kita treatment lebih. Tapi secara keseluruhan kondisi pemain bagus," kata Rahmad.

Melawan Malaysia malam nanti Rahmad menyatakan, jika kondisi stamina oke, maka timnya akan kembali menerapkan permainan menyerang seperti saat menghentikan perlawanan Vietnam di semifinal kemarin malam. "Kalau fisik siap pilihannya adalah main seperti kemarin melawan Vietnam. Kita harus berhitung kuat jika pemain main seperti itu selama 90 menit," beber pelatih yang akrab disapa RD itu.

Melawan skuad Harimau Malaya Muda, julukan timnas U-23 Malaysia, menurut Rahmad timnya harus disiplin menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Semua pemain Malaysia menurut Rahmad bagus.Tapi ada beberapa yang harus lebih diwaspadai. Antara lain kapten Bakhtiar Baddrol dan Ibrahim Syahrul.

Para pemain terlihat sangat antusias menyongsong partai puncak malam nanti. Gelandang lincah Andik Vermansyah berharap bisa membalas kekalahan di babak penyisihan grup lalu. "Saya sangat bersemangat melawan Malaysia besok malam (malam nanti-Red). Akan sangat luar biasa bagi saya jika bisa ikut mempersembahkan medali emas sepakbola di SEA Games yang sudah 20 tahun tidak kita raih," tutur Andik.

Saat kalah dari Malaysia, Andik adalah salah satu pemain yang disimpan oleh pelatih Rahmad Darmawan. Bek kiri Diego Michiels mengaku tidak peduli dengan staminanya yang belum sepenuhnya bugar.

"Dengan dukungan supporter yang luar biasa, itu membuat saya tak kenal rasa lelah. Saya siap memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Itu adalah tujuan saja menjadi warga Indonesia," kata pemain naturalisasi yang lahir dan besar di Belanda ini.

Sama seperti halnya dengan timnas Indonesia, timnas Malaysia kemarin juga hanya melakukan peregangan di lokasi yang berdekatan dengan skuad Indonesia. Tapi peregangan Bakhtiar Baddrol dkk dilarang diintip wartawan Indonesia. Tapi latihan juga banyak diselingi gelak tawa. Bahkan, saat bubaran pemain Malaysia dengan iseng menceburkan beberapa rekannya ke kolam renang.

Dicegat usai memimpin timnya melakukan peregangan, pelatih timnas Malaysia, Ong Kim Swee mengatakan jika timnya mengalami keletihan karena menjalani jadwal latihan yang padat. "Kami berharap besok sudah bugar," ujar Ong Kim Swee.

Meski berhasil mengalahkan Indonesia 1-0 di laga terakhir penyisihan grup, menurut Ong itu bukan jaminan jika timnya bakal kembali bisa mengalahkan tuan rumah malam nanti. "Di laga pertama lalu Indonesia tidak memainkan tim kuatnya. Tapi hasil itu menambah kepercayaan diri tim kami untuk menghadapi partai final. Target kami jelas, yaitu mempertahankan medali emas yang diraih dua tahun silam," sambungnya.

Mengenai terror dari penonton yang malam nanti dipastikan bakal semakin menggila ,Ong menyatakan sama sekali tidak ada masalah. Dia malah mengaku timnya makin termotivasi dengan cemoohan yang diilontarkan pendukung Indonesia.

Menghadapi Indonesia malam nanti Malaysia hampir pasti akan kehilangan salah satu pilarnya di depan, Ramlan Izzaq Faris. Peman bernomor punggung 14 itu cedera saat melawan Myanmar dan kemarin jalannya masih dibantu dengan tongkat penyanggah.

Susunan pemain :

Indonesia (4-4-2) : 1-Kurnia Meiga, 15-Hasim Kipuw, 13-Gunawan, 28-Abdul Rahman, 24-Diego Michiels, 21-Andik Vermansyah, 11-Ramdani Lestaluhu, 6-Mahardiga lasut, 10-Oktovianus Maniani, 25-Titus Bonai, 27-Patrich Wanggai
Pelatih : Rahmad Darmawan

Malaysia : 1-Che Mat Khairul Fahmi, 2-Jasuli mahali, 4-Mohd Shas Mohamad Fadhli, 6-Omar Mohd Asrarudin, 7-Faizal Mohd Irfan, 10-Bahktiar baddrol, 8-Jusoh Abdul Shukur, 17-Othman Mohamad Fandi, 19-Wan Zakaria Wan Zaharul, 21-Mansor Muhd Nazmi Faiz, 24-Ahmad MOhamad Muslim"
Pelatih : Ong Kim Swee

Head to head Indonesia v Malaysia di SEA Games :
SEA Games 2005 Indonesia v Malaysia : 0-1 (perebutan perunggu )
SEA Games 2001 Indonesia v Malaysia : 1-2 (penyisihan grup)
SEA Games 1999 Indonesia v Malaysia : 6-0 (penyisihan grup)
SEA Games 1997 Indonesia v Malaysia : 4-0 (penyisihan grup)
SEA Games 1995 Indonesia v Malaysia : 3-0 (penyisihan grup)
SEA Games 1991 Indonesia v Malaysia : 2-0 (penyisiahn grup)
SEA Games 1989 Indonesia v Malaysia : 0-2 (penyisihan grup)
SEA Games 1987 Indonesia v Malaysia : 1-0 (final)
SEA Games 1985 Indonesia v Malaysia : 0-1 (perebutan perunggu)
SEA Games 1979 Indonesia v Malaysia : 0-0 ( penyisihan grup)
SEA Games 1979 Indonesia v Malaysia : 0-1 ( final)
SEA Games 1977 Indonesia v Malaysia : 2-1 (penyisihan grup)

Preview Prediksi Indonesia vs Malaysia

Timnas Indonesia U23 dan timnas Malaysia U23 bakal bertarung kembali Senin (21/11) malam WIB nanti. Pada laga sebelumnya di babak penyisihan grup, Malaysia berhasil mempermalukan Indonesia dengan skor 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, hari Kamis (17/11) lalu. Namun kali ini kedua tim akan bertemu pada partai puncak Final SEA Games 2011 di tempat yang sama untuk membuktikan siapa yang lebih jago di kawasan Asia Tenggara sekaligus meraih medali emas di pesta olahraga dua tahunan tersebut.

Kekalahan 0-1 dari Malaysia, telah dilupakan. Bahkan kekalahan itu dianggap modal yang bagus sebagai cambuk untuk menatap kemenangan yang akan diperjuangkan demi meraih juara. Ya, kekalahan itu telah menjadi nada-nada semangat untuk target kemenangan adalah harga mati.

Dalam duel nanti, Indonesia bakal datang dengan pasukan The Winning Team yang utuh, bukan lagi dari bagian strategi yang dilakukan seperti saat pertemuan pertamanya. Nama-nama seperti Patrick Wanggai, Kurnia Meiga, Titus Bonai, Hasim Kipuw, Andik Vermansyah, Egi Melgiansah hingga Okto Maniani dan Diego Michels diperkirakan bakal mewarnai daftar starting XI.

Selain diuntungkan dengan kembalinya pilar utama, dukungan publik GBK bakal memberikan keuntungan pada Indonesia untuk menuntaskan dahaga yang sudah dua dekade ini puasa gelar. Ya, terakhir Indonesia menjadi jawara saat berlangsung SEA Games XVI di Manila tahun 1991. Kala itu Indonesia sukses menjungkalkan Thailand di final.

Namun demikian mengalahkan Malaysia bukanlah tugas yang ringan, anak-anak asuh Rahmad Darmawan itu harus bekerja ekstra keras untuk menggapai ekspetasinya. Faktanya kemenangan di laga pertama telah membuktikan mereka sebagai juara bertahan SEA Games sebelumnya. Selain itu Malaysia juga mampu merebut emas SEA Games sebanyak 5 kali, di atas Indonesia yang baru menorehkan 2 kali saja meraih medali emas SEA Games.

Walau kalah secara head to head, Indonesia tetap diunggulkan bakal bisa menyudahi perlawanan Malaysia pada pertemuan di final ini. Namun menurut beberapa pengamat, kemenangan untuk Indonesia syaratnya adalah selalu waspada, ketenangan diri, mental bertanding dan tidak mudah terpancing emosi. Jika hal ini bisa dilakukan pasti Indonesia akan merengkuh medali emas sekaligus melengkapi pesta juara umum SEA Games XXVI Jakarta-Palembang 2011.



Head to Head Indonesia U23 vs Malaysia U23 :
17 Nov 2011 : Indonesia U23 vs Malaysia U23 0-1 (SEA Games)
13 Jun 2009 : Malaysia U23 vs Indonesia U23 1-0 (Friendly Match)
04 Des 2005 : Indonesia U23 vs Malaysia U23 0-1 (Sea Games)

Lima Pertandingan Terakhir Indonesia U23 :
19 Nov 2011 : Vietnam U23 vs Indonesia U23 0-2 (SEA Games)
17 Nov 2011 : Indonesia U23 vs Malaysia U23 0-1 (SEA Games)
13 Nov 2011 : Indonesia U23 vs Thailand U23 3-1 (SEA Games)
11 Nov 2011 : Singapura U23 vs Indonesia U23 0-2 (SEA Games)
07 Nov 2011 : Indonesia U23 vs Kamboja U23 6-0 (SEA Games)

Lima Pertandingan Terakhir Malaysia U23 :
19 Nov 2011 : Myanmar U23 vs Malaysia U23 0-1 (SEA Games)
17 Nov 2011 : Indonesia U23 vs Malaysia U23 0-1 (SEA Games)
13 Nov 2011 : Malaysia U23 vs Kamboja U23 4-1 (SEA Games)
09 Nov 2011 : Malaysia U23 vs Thailand U23 2-1 (SEA Games)
07 Nov 2011 : Singapore U23 vs Malaysia U23 0-0 (SEA Games)

Prediksi Susunan Pemain Starting XI :

Indonesia U23 : Kurnia Meiga - Hasyim, Rahman, Gunawan, Diego, Andik Vermansyah, Dirga Lasut, Egi Melgiansyah, Okto Maniani, Tibo, Wanggai.

Malaysia U23 : Khairul Fahmi - Mohd Shas, Asraruddin, Ambumamee, Bakhtiar Baddrol, Gurusamy, Saarani, Othman, Ibrahim, Jusoh Shukur, Muslim.

PREDIKSI - Indonesia : 50% --- Draw : 30% --- Malaysia : 20%

Menang, Egi cs Diguyur Bonus

Timnas U-23 Indonesia berhasil lolos ke babak final SEA Games XXVI. Kepastian itu didapat Titus Bonai cs usai mengandaskan perlawanan timnas U-23 Vietnam dengan skor 2-0, Sabtu (19/11).

Prestasi ini langsung diapresiasi oleh PSSI selaku organisasi tertinggi sepak bola nasional. Bonus uang setinggi langit diberikan pada skuad asuhan Rahmad Darmawan itu.

"Tadi (usai pertandingan) langsung diberi. Setiap pemain mendapat jatah yang sama. Semua bonus diurus oleh Rahmad," ucap ketua komite kompetisi, Bob Hippy.

Mengenai besaran jumlah bonus yang diberikan, Bob yang ditemui seusai pertandingan tak membeberkan secara rinci. Meski begitu, menurut rumor yang beredar, setiap pemain mendapat bonus sebesar Rp30 juta. Bonus yang diterima dipastikan akan membengkak andai timnas U-23 mampu menjungkalkan timnas U-23 Malaysia dan meraih medali emas, Senin (19/11).

Mengenai hal ini, Koordinator timnas Indonesia, Benhard Limbong buka suara. "Ya segitulah, tak enak kalau menyebut angka. Pasalnya SEA Games juga mempertandingkan banyak cabang olahraga lain. Jika kita menyebut angka tidak enak sama atlet lain," ucap Limbong seraya mengungkapkan cedera kapten timnas, Egi Melgiasnyah tak terlalu serius dan siap dimainkan pada laga final.

Jelang Indonesia Vs Malaysia Man Marking & Tekan Sejak Menit Pertama


JAKARTA - Legenda Timnas Indonesia Anjasmara menyarankan agar Garuda Muda menerapkan strategi man marking dan menyerang dengan cepat ketika berhadapan dengan Timnas U-23 Malaysia di partai final cabang olahraga Sepakbola SEA Games 2011 yang digelar malam ini (21/11/2011) di stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Menurut Anjasmara, permainan menekan seperti yang ditunjukkan ketika menghadapi Vietnam harus kembali ditampilkan Timnas U-23 kala bertarung melawan Tim Harimau Malaya Muda.

"Di kotak pertahanan, anak-anak harus main man marking. Dapat bola, kita langsung serang. Tapi, ketika kehilangan bola, anak-anak harus sergap, dan konsentrasi pada lini belakang," ujar Anjasmara kepada wartawan di depan kantor PSSI, Senin (21/11/2011).

"Yakinlah, kita bisa menang. Yang harus anak-anak juga, bola-bola suprise untuk tim lawan. Namun, serangan balik Malaysia juga harus diwaspadai," paparnya.

Pemain Timnas era 70-an ini juga percaya, bila Garuda Muda tampil dengan kepercayaan diri tinggi dan tidak membuat kesalahan sendiri, Okto Maniani cs bakal bisa meredam pasukan Ong Kim Swee ini.

"Kita buat mereka grogi di menit-menit awal dengan serangan cepat. Saya yakin, kita bisa menang 2-0," pungkasnya.

Ramainya Antrean Tiket di Loket Barat


JAKARTA - Antrean tiket di loket barat yang lokasinya tak jauh dari Tennis Indoor Senayan terlihat mengular. Beberapa pengantre mengaku sudah memadati loket sejak Senin (21/11/2011) pagi.

Loket sendiri baru dibuka pukul 10.00 WIB, namun berdasarkan pantauan Okezone, setidaknya panjang antrean sudah mencapai lebih dari 100 meter.

Di tempat penjualan tiket ini, 4 loket dibuka untuk para pengatre. Tiket yang dijual di loket barat ini untuk kategori 1, 2 dan VIP Timur.

Untuk kategori 1 dijual seharga Rp200 ribu, untuk kategori 2 dijual Rp100 ribu, sementara untuk kategori VIP Timur, harga tiket mencapai Rp500 ribu.

Di bawah teriknya sinar matahari, beberapa pengantre terlihat masih bersabar, meski sempat ada teriakan protes karena ada calon pembeli tiket yang memotong antrean di depan sebelum akhirnya petugas kepolisian menjaga lagi barisan antrean tersebut.

Setiap calon pembeli hanya boleh membeli maksimal 2 tiket. Beberapa calon pembeli juga mengaku kecewa dengan kebijakan tersebut.

"Yah, kalau satu orang cuma bisa beli 2 tiket, kan jadi susah, pesenan tiket dari teman saja ada lima," ujar salah satu pengantre tiket.

2.875 Petugas Kawal Laga Final Indonesia Vs Malaysia


JAKARTA - Pertandingan final sepak bola SEA Games yang mempertemukan Timnas Indonesia melawan Malaysia diperkirakan akan menyedot perhatian puluhan ribu penonton. Kepolisian tidak ingin kecolongan terhadap kemungkinan adanya aksi anarkistis dalam perhelatan antar negara Asia Tenggara ini.

Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya Kombes Pol Agung Budi Maryoto mengatakan 2.875 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP akan diturunkan untuk mengamankan jalannya pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) hari ini.

"Kita juga akan lakukan pemeriksaan terhadap penonton yang akan masuk ke dalam stadion, " kata Agung kepada wartawan, Senin (21/11/2011).

Selain itu, untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang bisa merusak keamanan, polisi juga menambah kekuatan dengan menurunkan anjing pelacak dan kendaraan taktis water canon."Enam anjing pelacak akan mengecek setiap barang bawaan penonton yang dianggap mencurigakan," ungkapnya.

Terhadap penonton, proses screening akan dilakukan sejak ring terluar. Pemeriksaan berlapis untuk menghindari adanya petasan, kembang api dan benda-benda yang bisa merusak jalannya pertandingan.

Ditambahkannya, anjing pelacak akan bekerja sesuai kebutuhan dan tidak akan ditempatkan di satu titik saja. Agung berharap semua personel yang diturunkan dapat bekerja secara maksimal.

Jelang Final: Indonesia vs Malaysia RD Waspadai Dua Pemain Malaysia


JAKARTA – Jelang laga puncak, Indonesia akan kembali berjumpa dengan Malaysia. Kali ini pelatih Timnas U-23 Rahmad Darmawan (RD) bukan hanya mewaspadai Bakhtiar Baddrol, tapi ada satu pemain lagi yang harus diberi perhatian lebih.

RD menggelar latihan di taman hotel Sultan, sehari jelang laga final lawan Malaysia, pada cabang sepakbola SEA Games XXVI. RD sengaja menggelar latihan recovery ini untuk membuat para pemain lebih santai dalam menghadapi laga final besok.

Saat menggelar latihan santai sore tadi, RD juga memberikan komentarnya mengenai beberapa pemain Malaysia yang harus diwaspadai. Setelah sebelumnya dia memberi kredit poin buat kapten Malaysia, Badrool, RD kini juga memberikan instruksi kepada para pemainnya untuk mewaspadai pergerakan Ibrahim Syahrul.

“Ada Badrool bagus, terus Syahrul juga bagus, serta di depan nomor 14 (Ramlan Izzaq Faris). Tapi tidak ada pengawasan ketat untuk para pemain tersebut,” ujar RD saat diwawancara setelah latihan, Minggu (20/11/2011).

Selain itu RD menganggap Malaysia memiliki permainan yang sama dengan Singapura, yaitu memiliki gaya permainan yang sabar dalam bertahan, hingga menunggu lawan lengah dalam bertahan. Untuk itu dia akan menerapkan strategi khusus untuk melawan tim Negeri Jiran tersebut.

“Untuk itu saya menginstruksikan para pemain untuk bermain disiplin, baik dalam bermain menyerang maupun dalam bertahan. Karena itu adalah kuncinya,” sambungnya.

Sedangkan kondisi para pemain yang masih ragu untuk diturunkan adalah Titus Bonai, Egi Melgiansyah, Mahadirga Lasut, dan Gunawan Dwi Cahyo. Sementara untuk mental para pemain dalam kondisi bagus dan bebas dari tekanan yang ada.

Duo Papua Bawa Garuda Muda ke Final


JAKARTA – Dua pilar penting timnas Indonesia asal tanah Papua, Patrich Wanggai dan Titus Bonai, menjadi bintang, pada laga semi final malam ini, kontra Vietnam. Keduanya menyumbang masing-masing satu gol, untuk membuat Indonesia merebut tiket ke final cabang Sepakbola.

Sejak awal pertandingan, kedua tim bermain dengan tempo cepat untuk masing-masing memberi kejutan. Akan tetapi, pertahanan kedua tim juga bermain dengan kedisiplinan tinggi, sehingga sejumlah peluang, masih dapat digagalkan barisan belakang Indonesia dan Vietnam.

Sempat mendominasi serangan, Vietnam mulai tercecer dan kerepotan ketika di pertengahan kedua, tim Garuda Muda mampu mencuri inisiatif serangan, sehingga beberapa aggressor Indonesia beberapa kali meneror pertahanan Vietnam, meski akhirnya kurang beruntung atau diselamatkan kiper Vietnam, Tran Buu Ngoc.

Indonesia terhitung punya banyak peluang emas, melalui aksi Andik Vermansyah, Titus Bonao, Okto Maniani dan Patric Wanggai. Tapi lagi-lagi kiper Vietnam masih mampu mengamankan sarangnya dari bola.

Vietnam juga tak kering peluang. Satu-satu-satunya peluang emas yang didapat, lahir dari aksi Hoang Dinh Tung, yang lepas dari kawalan dan berakselerasi melewati Hasim Kipuw, di sisi kanan pertahanan Indonesia. Tapi kesigapan kiper Kurnia Meiga membuat Hoang gigit jari. Skor 0-0 bertahan sampai turun minum.

Sejak wasit memulai jalannya babak kedua, Indonesia tak mau kecolongan inisiatif. Agresivitas Okto Maniani cs sontak langsung merongrong pertahanan ‘negeri Nguyen’ tersebut. Gol pembuka, lahir dari kaki kiri Patrich Wanggai di menit ke-61. Patrich yang memanfaatkan tendangan bebas yang dimiliki Indonesia, melakukan tugasnya dengan baik.

Sepakan keras mendatarnya, melewati kaki-kaki dari pagar betis pemain-pemain Vietnam. Sempat berusaha diselamatkan kiper Tran Buu Ngoc, tapi derasnya bola tak sanggup dibendung dan menembus jaring gawang Vietnam. Skor berubah 1-0 untuk Garuda Muda.

Tim asuhan Rahmad Darmawan itu, seakan tak puas akan satu gol. Titus Bonai dan Egi Melgiansyah, masing-masing mendapat peluang yang kembali membuat kiper Vietnam berjibaku dengan sengit, masing-masing di menit ke-68 dan 76. Tapi keduanya masih gagal menyarangkan bola lagi ke gawang Vietnam.

Vietnam yang berusaha keluar dari tekanan, kembali harus tersedak gol kedua, melalui kaki kiri Titus Bonai, yang sempat mengenai pemain belakang Vietnam. Kiper Tran Buu Ngoc yang sempat bermain fantastis, harus memungut bola dari gawang untuk kedua kalinya, di menit ke-89. Papan skor pun kembali berubah 2-0 untuk Indonesia.

Sampai sang pengadil meniup peluit panjang tanda laga berakhir, skor tetap tak berubah 2-0. Kemenangan ini, membawa Indonesia kembali bertemu Malaysia di final, yang sebelumnya menekuk Myanmar, 1-0 di semi final pertama.

Susunan Pemain:
Indonesia: Kurnia Mega, Mahadiga Lasut, Egi Melgiansyah/Hendro Siswanto(80’), Octovianus Maniani, Gunawan Dwi Cahyo, Hasim Kipuw, Andik Vermansyah, Diego Michiels, Titus Bonai, Patrich Wanggai, Abdul Rahman.

Vietnam: Tran Buu Ngoc, Au Van Hoan/Duong Thanh Hao (86’), Ngo Hoang Thihn/Le Hoang Thien (70’), Hoang Dinh Tung/Nguyen Tuan Anh (83’), Nguyen Trong Hoang, Le Van Thang, Nguyen Van Quyet, Chu Ngoc Anh, Truong Hyunh Phu, Pham Than Luong, Lam Anh Quang.

Kondisi Egi Masih Akan Terus Dipantau


JAKARTA – Pelatih Timnas U-23 Indonesia, Rahmad Darmawan mengaku agak khawatir dengan cedera yang dialami kaptennya Egi Melgiansyah dalam laga semifinal melawan Vietnam, Sabtu (19/11) tadi. Egi terancam tak bisa bermain di final lawan Malaysia, Senin (21/11) lusa.

Egi diganti oleh Hendro Siswanto pada menit 80 usai mengeluh kesakitan. Namun, Rahmad mengaku belum mengetahui secara pasti seberapa parah cedera gelandang bertahan Garuda Muda tersebut.

“Kondisi Egi terus kami kompres, kompres, kompres,” kata Rahmad kepada para wartawan di ruang konferensi pers Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUBK) seusai laga.

Sekalipun sangat berharap Egi bisa dimainkan di partai final lusa, tapi Rahmad mengaku sudah mempersiapkan kemungkinan rencana cadangan bila Egi akhirnya tidak bisa diturunkan.

“Yericho bisa saja saya tempatkan sebagai bek kiri dan Diego Michiels akan saya mainkan sebagai gelandang bertahan. Ini mengingat bukan hanya Egi saja yang cedera tapi juga Mahadirga Lasut mengalami kram dan Ramdani Lestaluhu juga tengah diare,” kata Rahmad

Taktik RD Menangkan Indonesia


JAKARTA - Akhirnya Garuda Muda terbang dengan mulus ke babak final cabang olahraga sepakbola SEA Games, dengan mengalahkan Vietnam cukup telak 2-0, di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (19/11/2011). Pelatih timnas U-23, Rahmad Darmawan, mengungkapkan kepuasannya dengan penampilan apik anak asuhnya pada malam ini.

"Saya sangat puas dengan permainan para pemain pada malam ini. Mereka baik dan bagus," jelas Rahmat usai pertandingan, Sabtu (19/11/2011).

Sejak babak pertama Indonesia memang terus melakukan tekanan dan tidak memberikan para pemain Vietnam untuk melakukan serangan. "Kita memang sengaja malam ini untuk bermain cepat dan melakukan tekanan. Karena kita melihat permainan mereka selama ini cukup membahayakan jika sudah berada di area penalti," ujarnya.

Ia pun mengakui bahwa menggunakan teknik seperti akan beresiko kepada energi para pemain. "Kita tahu dengan permainan seperti ini, sangat menguras energi dan stamina para pemain. Itu memang resikonya," pungkas mantan pelatih Sriwijaya FC ini.

"Saya sendiri memang sedikit khawatir dengan kondisi mereka. Dan mungkin ini permainan dengan tingkat dan ritme yang cukup tinggi," tambahnya.

Permainan yang ditampilkan oleh Garuda Muda malam ini memang sangat baik, dibandingkan dengan pertandingan melawan Malaysia, Kamis (17/11).

"Pada saat tanggal 17 melawan Malaysia memang yang kita mainkan bukan tim inti. Sengaja kita simpan para pemainnya untuk pertandingan malam ini," tandasnya.

Dengan kemenangan ini Indonesia aka n kembali menghadapi juara grup A Malaysia di babak final, Senin (21/11). (acf)

Energi Terkuras Habis, RD Istirahatkan Pemain


JAKARTA – Permainan cepat dan menarik dari para Punggawa Garuda pada babak semifinal melawan Vietnam, Sabtu (19/11/2011) harus dibayar mahal dengan terkurasnya energi para pemain timnas U-23 ini. Hal ini diakui oleh sang pelatih Rahmad Damarwan, ia menuturkan bahwa ini suatu pilihan untuk memenangkan pertandingan malam ini.

Ternyata memang terbukti Indonesia dapat memenangkan pertandingan dengan skor 2-0 lewat gol Patrich Wanggai dan Titus Bonai. Sehingga meloloskan tim Garuda Muda ke babak final melawan Malaysia, Senin (21/11).

“Ini satu pilihan bagi saya, dan memang pada pertandingan kali ini energi yang dikeluarkan oleh para pemain lebih besar. Hal ini diambil agar Vietna tidak mendominasi permainan,” ungkapnya, kepada para wartawan usai pertandingan, Sabtu (19/11/2011).

Rahmad mengungkap bahwa dirinya selalu memotivasi anak asuhnya untuk bermain bagus, karena semua pertandingan adalah penting. “Saya katakan pada pemain, semua pertandingan adalah penting, dan pertandingan malam ini benar-benar penting,” ujarnya.

Untuk memulihkan stamina para pemainnya, Rahmad akan mengistirahatkan anak asuhnya besok hari dan kembali fokus kepada pertandingan final nanti.

“Malam ini juga saya akan meminta para pemain untuk melupakan permainan hari ini. Besok kami akan istirahat mereka di hotel saja,” pungkasnya.

Ia pun meminta kepada para media dan masyarakat Indonesia untuk tidak mengangkat dan menyanjung timnas U-23, karena perjuangan belum selesai. “Kita jangan dulu lah puas. Saat ini kita belum menang dan belum membuktikan apa-apa pada SEA Games ini,” tandasnya. (acf)

Pelatih Vietnam: Indonesia Bermain Lebih Baik


JAKARTA – Sekalipun mengakui Indonesia bermain lebih baik, Pelatih Vietnam, Falko Ford Gotz merasa sangat kecewa dengan kekalahan dari Indonesia. Menurut Falko, dua gol yang bersarang di gawang timnya disebabkan oleh kesalahan individu pemain.

“Hari ini kami banyak melakukan kesalahan. Indonesia mampu memanfaatkannya. Bek tengah kami pun banyak kehilangan bola,” kata Falko dalam jumpa pers usai pertandingan, Sabtu (19/11/2011).

Setelah bermain imbang tanpa gol di babak pertama, Vietnam akhirnya harus kebobolan di menit ke-61 melalui tendangan bebas mendatar Patrich Wanggai dan menit ke-83 lewat tendangan Titus Bonai yang sempat memberntur kaki pemain belakang Vietnam.

“Tendangan bebas yang akhirnya menjadi gol disebabkan kesalahan individu pemain. Sementara, gol kedua kiper kami tidak punya kesempatan,” kata Falko.

Falko menilai bertanding di hadapan sekitar 80 ribu penonton membuat laga menjadi sulit. Para pemain mudanya belum pernah bertanding dengan atmosfer seperti laga tadi.

“Selamat bagi Indonesia. Hari ini Indonesia bermain lebih baik. Tadi merupakan laga yang tidak mudah. Tekanan dari Indonesia sangat tinggi. Tadi merupakan laga yang sangat sulit,” kata Falko.

Falko juga tak menyangka bila dalam pertandingan tadi Indonesia akan bermain seagresif itu. Pressing tiada henti dari Indonesia membuat laga berlangsung keras dan sempat membuat dua pemainnya menjadi korban. Kepala kapten Vietnam, Pham Than Luong mesti dibalut perban dan kiper Vietnam, Tran Buu Ngoc sempat dirawat hingga lima menit.

“Kapten kami (Pham Than Luong) sempat berdarah-darah. Tapi dia menyatakan tetap ingin berjuang jadi saya mainkan terus. Sementara kiper kami sempat ada kebingungan akibat komunikasi yang kurang baik antara tim dokter kami dengan saya sendiri,” kata Falko.

Dengan hasil ini, Vietnam akan bertarung di tempat ketiga melawan Myanmar memperebutkan medali perunggu, Senin (21/11) lusa. Apapun hasil di pertandingan Myanmar nanti, Falko menilai SEA Games kali ini merupakan pengalaman berharga bagi Timnas U-23 Vietnam.

“Kami belum sempat memikirkan Myanmar. Namun, kami pasti tetap menargetkan medali perunggu. SEA Games ini jadi pengalaman bagi kami,” kata Falko.

Keluarga Patrich Gelar Doa Bersama


PAPUA BARAT - Jelang partai final antara timnas Indonesia U-23 melawan Malaysia malam nanti, keluarga besar striker timnas Patrich Wanggai yang berada di Manokwari menggelar doa bersama. Mereka mendoakan Patrich dan timnas agar berhasil merebut medali emas dalam SEA Games ke XXVI ini.

Keluarga besar Patrich Wanggai Senin siang ini waktu setempat menggelar doa bersama di rumahnya di kompleks Pasar Ikan Sanggeng Manokwari.

Dengan khusuk, mereka bernyanyi dan berdoa untuk kesuksesan timnas Indonesia dan Patrich saat berlaga melawan Malaysia di partai final nanti malam.

Keluarga besar Patrich yang tinggal di Manokwari ini memang sengaja menggelar doa bersama khusus. Hal ini pernah dilakukan sebelumnya saat timnas Indonesia bermain melawan Vietnam di partai semifinal lalu.

Mereka juga berharap agar saat bertanding nanti Patrich dan kawan-kawan berhasil meredam permainan tim Malaysia sekaligus merebut medali emas untuk mengakhiri puasa gelar sejak tahun 1991.

Klub Asal Papua Tolak IPL !!!


JAYAPURA – Tiga klub asal Papua masing-masing Persipura Jayapura, Persiwa Wamena dan Persidafon Daponsoro sudah menyatakan sikap, bahwa mereka menolak kompetisi Indonesian Premiere League (IPL) 2011/2012 yang diadakan PSSI.

Penolakan ini sehubungan dengan keikutsertaan 24 tim dalam kompetisi tersebut, padahal berdasarkan hasil Kongres PSSI di Bali beberapa waktu lalu, mengusulkan tim yang bergabung sebanyak 18 tim.

Sekertaris Umum Persiwa, Agus Santoso mengatakan selama PSSI masih melanggar hasil kongres, maka Persiwa tidak akan masuk dalam kompetisi tersebut melainkan memilih kompetisi ISL yang diselenggarakan PT Liga Indonesia.

“ Sejak awal kami katakan bahwa kami tidak akan ikut IPL jika PSSI tetap tidak merubah keputusannya. Jadi hingga saat ini keputusan kami tetap sama. Tidak ada yang berubah, kami lebih memilih ikut ISL,” tegas Agus, Minggu (20/11/2011).

Agus juga menampik kabar yang menyatakan bahwa Persiwa Wamena saat ini resmi bergabung ke IPL.

Ditemui di tempat yang berbeda, Asisten manager Persidapon Dafonsoro, Iwan Nazaruddin mengaku Persidafon Daponsoro belum menentukan sikap akan bergabung ke ISL atau IPL, namun sebagai klub termudah di Papua, Persidafon akan mengikuti kakak-kakaknya yakni Persipura Jayapura, Persiwa Wamena dan Persiram Raja Ampat.

“ Kami ikut yang kakak tertua saja lah, kalau mereka masuk IPL ya kami juga akan masuk. Tapi kalau menolak kami juga sangat bersyukur,” kata Iwan.

Sementara itu, ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tommy Mano yang ditemui wartawan diruang kerjanya, belum lama ini menegaskan bahwa Persipura Jayapura selaku tim yang sudah makan asam garam di lapangan hijau tidak akan bergabung dengan IPL, sebab kompetisi tersebut dinilai merupakan kompetisi yang sengaja dilegalkan PSSI.

“ Sampai saat ini, surat keberatan yang diajukan Persipura ke PSSI kan belum dijawab secara resmi oleh ketua PSSI. Lalu untuk apa kami gabung ke kompetisi IPL kalau hak kami untuk mendapatkan jawaban PSSI saja tidak dipenuhi?” kata Mano.

Mano jelaskan, dalam surat keberatan tersebut tim Mutiara Hitam mengajukan sebanyak 4 syarat diantaranya menolak 24 tim dan mendukung 18 tim. Persipura juga mengusulkan agar Persipura menjadi tuan rumah pada laga perdana IPL.

Dalam kunjungannya ke Papua beberapa waktu lalu, Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI, Saleh Mukadar menegaskan jika nanti Persipura masih bertahan dengan keberatannya yang diajukan ke PSSI, maka kompetisi IPL akan tetap diselenggaran PSSI tanpa mengikutsertakan tim yang digawangi Boaz Solossa cs ini.

" Kami sangat menginginkan partisipasi Persipura pada setiap event yang diadakan PSSI, tapi jika masih ada cacatan dari pihak Persipura ya, terpaksa kami harus selenggarakan event ini tanpa mereka dan tidak memasukan mereka dalam IPL," tegas Saleh kala itu.

Persibo Launching Skuad


BOJONEGORO—Tepat sepekan sebelum kompetisi Indonesian Premier League (IPL) bergulir, Persibo Bojonegoro memperkenalkan timnya ke publik. Rencananya hari ini digelar launching alias peluncuran tim yang bakal bertarung di kompetisi.

Sejatinya launching digelar pada Senin (21/11) yang ditangkai dengan pertandingan ujicoba menghadapi Persema Malang. Namun karena Persema membatalkan rencana ujicoba, launching tim digelar hari ini dengan pertimbangan banyak masyarakat maupun Boromania yang terlibat.

“Rencananya besok Persibo menggelar launching. Tapi tidak dirangkai dengan ujicoba, melainkan acara sederhana seperti jalan sehat dan hiburan. Acara intinya adalah memperkenalkan tim persibo ke masyarakat Bojonegoro,” jelas Ketua Umum Persibo Taufik Riesnendar.

Dengan digelar pada hari Minggu, Taufik berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat di acara tersebut. Komunitas Boromania maupun masyarakat umum lebih memungkinkan untuk hadir di acara itu dibanding jika digelar pada hari Senin atau hari kerja.

Untuk sementara, Persibo kini mempunyai 23 pemain yang telah didaftarkan ke PSSI untuk kompetisi IPL. Dari 23 pemain itu, empat diantaranya pemain impor, yakni Lexe Anderson, Jairon Feliciano, Gustavo Hernan Ortiz, serta Mekan Nasirov.

Persibo menetapkan target papan tengah untuk kompetisi IPL yang dipastikan jauh lebih ketat dibanding kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) lalu. “Tapi kalau bisa lebih baik, kami akan mencapai target lebih tinggi. Tergantung bagaimana di perjalanan nanti,” cetus Komandan Kodim 0813 Bojonegoro ini.

Kekuatan Persibo sendiri sebenarnya masih diragukan, bahkan oleh kalangan supporter fanatiknya Boromania. Maklum, tidak ada pemain yang bersinar di tim asuhan Paulo Camargo, hanya memunculkan striker Samsul Arif jika kebintangannya diukur dari keterlibatannya di timnas.

Pemain lokal rata-rata masih diisi sebagian pemain musim lalu, seperti Aris Tuansyah maupun Dicky Firasat. Sedangkan pemain baru rekrutan Paulo Camargo rata-rata masih minim pengalaman di kompetisi level tertinggi dan butuh pengalaman lebih.

Sementara, dengan di-launchingnya Persibo Bojonegoro, maka sudah dua klub IPL di Jawa Timur yang meresmikan timnya karena sebelumnya Persebaya juga menggelar acara yang sama. Tinggal dua klub asal Malang, Persema Malang dan Arema FC yang belum memastikan kapan melakukan launching.

“Masih banyak tugas yang harus kami lakukan, jadi belum berpikir launching tim. Menurut kami itu tidak begitu krusial, karena paling penting adalah kesiapan tim di kompetisi. Apalagi Aremania sudah banyak mengetahui komposisi tim melalui media,” kata Media Officer Arema IPL Noor Ramadhan.

Namun ada kabar yang menyebutkan launching tim digelar Minggu (20/11) atau hari ini. Informasi itu sudah menyebar di kalangan Aremania maupun di manajemen Arema IPL sendiri, walau kebenarannya masih diragukan.

4 Wakil Jatim Kompak Jadi Tim Tamu


SURABAYA—Klub kontestan Indonesian Premier League (IPL) asal Jawa Timur (Jatim) bernasib kompak di awal musim. Empat klub, Arema FC, Persebaya Surabaya, Persibo Bojonegoro dan Persema Malang, semuanya mengawali kompetisi dengan pertandingan tandang alias away.

Di match day perdana, Persebaya Surabaya melawat ke kandang PSMS Medan, sedangkan Arema FC terbang jauh ke Papua menghadapi Persipura Jayapura. Begitu pula Persibo yang harus mengawali musim dengan pertandingan di kandang Semen Padang.

Sedangkan Persema bakal mengunjungi markas tim tangguh, Semen Padang. Bagi Persema jadwal away di pekan awal sedikit menguntungkan karena klub ini masih menunggu kelarnya proses renovasi Stadion Gajayana.

Melihat jadwal keseluruhan dari empat klub itu, jadwal yang terbilang normal adalah milik Arema FC dan Persebaya Surabaya. Dengan memainkan 16 pertandingan di putaran pertama, laga away dan home masih terlihat berimbang dengan jadwal yang bisa diterima akal sehat.

Sangat berbeda dengan jadwal milik Persibo Bojonegoro dan Persema Malang. Kedua klub harus bekerja keras pada Desember dan Januari karena ada rentetan partai away yang cukup panjang dan sampai delapan pertandingan berturut-turut.

Jadwal ‘neraka’ Persibo dan Persema itu diawali 17 Desember 2011. Keduanya harus bergantian menghadapi Mitra Kukar, Bontang FC, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, Persiraja Banda Aceh, Persib Bandung dan Persiba Bantul.

Persibo dan Persema baru akan melakoni pertandingan home pada 2 Februari 2012. Sebuah perjalanan yang dipastikan bakal melelahkan. “Kami juga masih berpikir soal jadwal itu. Kami mendapatkan laga away yang sangat panjang. Kami akan tanyakan dulu ke PSSI,” kata Ketua Umum Persibo Taufik Riesnendar.

Memang pada akhirnya Persibo mendapat keuntungan di putaran kedua karena mendapatkan jatah kandang lebih besar. Namun dikhawatirkan rentetan partai away itu bakal merusak kondisi fisik pemain karena harus terbang di tiga pulau, Kalimantan, Jawa dan Sumatera.

Persema sendiri juga terkejut dengan jadwal yang sedemikian berat bahkan ketika kompetisi baru dimulai. CEO Persema Didied Poernawan mengaku bakal membicarakan jadwal tersebut ke staf pelatih, sekaligus bagaimana menyiasatinya agar pemain tidak ‘kehabisan bensin’.

“Yang kami khawatirkan kondisi mental dan fisik sekaligus. Misalnya dalam rentetan partai away itu pemain mencatat hasil buruk, maka secara mental akan sulit dibenahi. Kecuali kalau diselingi partai home yang kesempatan memperoleh poin lebih besar,” terang Didied.

Sejauh ini belum ada rencana protes terkait jadwal itu, baik dari pihak Persema maupun Persibo. Sedangkan untuk Persebaya dan Arema FC, jadwal yang telah dirilis PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) itu dianggap wajar dan tidak ada keluhan.

“Tidak ada persoalan dari jadwal yang telah disusun PSSI. Baik partai home-away maupun jarak pertandingan tidak ada masalah,” ungkap Media Officer Persebaya Ram Surahman.
(Kukuh Setiawan/Koran SI/raw)