Minggu, 24 Juni 2012

Blanc: Gol Perdana Spanyol Bikin Frustras

DONETS’K – Selama 13 menit pertama, para punggawa Prancis sudah tunggang-langgang menahan tiap gempuran Spanyol yang menerjang. Tapi gol pemecah kebuntuan Xabi Alonso di menit ke-14, diakui entraîneur Laurent Blanc sebagai titik frustrasi Prancis. Pasalnya sebelum gol Alonso itu saja, Prancis harus bekerja keras merebut bola untuk kemudian menyerang balik. Sulitnya menembus pertahanan La Roja yang dibantu lini tengah membuat tak Karim Benzema dan Franck Ribéry mati kutu. Lantas, gol dari titik penalti yang juga dikonversi Alonso di menit 90’+1, sontak menjadi penuntas asa Les Bleus untuk bangkit menyamakan kedudukan. Alhasil, Blanc terpaksa mengakui bahwa Spanyol memang pantas lolos karena bermain lebih baik, terutama di sayap kiri yang dihuni Jordi Alba dan Andrés Iniesta. “Jika anda melihat tim kami, kami sudah tahu bahwa sisi kiri spanyol sangat kuat. Dengan dihuni Alba dan Iniesta, mereka punya dua pemain yang terus-menerus melakukan overlap. Lalu, kami pun frustrasi ketika kejebolan dari sisi itu,” terang Blanc, seperti disadur JGlobe, Minggu (24/6/2012). “Di saat Alba mengirim umpan, kami sudah meng-cover gawang kami, tapi ternyata Xabi Alonso mencetak gol dari tiang jauh. Rasanya bikin frustrasi. Kami tahu mereka berbahaya di sektor itu. Tapi menurut saya mereka memang lebih baik dari kami,” lanjut pelatih berjuluk Le Président tersebut. “Tapi penyesalan saya tetap pada gol di babak pertama. Padahal walau mereka mendominasi permainan, sepertinya mereka sempat cemas terhadap kami, terutama ketika kami balik menyerang,” tambah Blanc lagi. Di interval kedua, Blanc melakukan serangkaian pergantian dengan harapan adanya perbaikan sistem lini tengah dan serangan. Akan tetapi, mereka gagal dan Blanc beralasan bahwa mereka tak punya cukup waktu untuk bersiap diri melawan juara bertahan. “Di babak kedua, para pemain berupaya sekeras mungkin. Secara teknik, kami lebih baik tapi amat sulit untuk merepotkan pertahanan Spanyol. Mungkin kami akan bermain lebih baik jika kami punya lebih banyak waktu,” sambungnya. “Italia bermain baik melawan mereka karena sudah tahu bahwa Spanyol akan menjadi lawan pertama dan mereka punya waktu yang cukup untuk bersiap diri. Jika kami punya banyak waktu, mungkin kami bisa mencoba hal lain – seperti memainkan tiga bek di belakang, contohnya,” tandas eks-bek Manchester United tersebut.

Balotelli: Saya Harus Cetak Gol

KIEV – Striker Italia Mario Balotelli jadi pusat perhatian jelang laga perempatfinal melawan Inggris dinihari nanti. Balotelli berjanji akan menjebol gawang Three Lions yang dijaga rekan setimnya di Manchester City Joe Hart. Sebelum membobol gawang Hart, penyerang bengal berusia 21 tahun ini harus menaklukan rekan setimnya yang lain terlebih dulu yakni Joleon Lescott di jantung pertahanan Inggris. Aroma The Citizens dalam laga resmi Inggris-Italia pertama dalam 15 tahun terakhir ini memang sangat kental. Di bangku cadangan Inggris masih ada satu lagi pemain City James Milner. Berbicara untuk pertama kalinya dalam konferensi pers sepanjang Euro 2012 ini, Balotelli mengaku siap mengakhiri mimpi Inggris mencapai semifinal pertama Euro dalam 16 tahun. “Semua pemain Manchester City merupakan teman saya: James Milner, Joe Hart, dan Gareth Barry. Tapi siapa pemain yang paling saya takuti? Saya tidak takut siapapun,” kata Balotelli seperti dikutip dari Daily Mail, Minggu (24/6/2012). “Saya berharap laga ini akan menjadi laga yang bagus dan dan saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang menyenangkan karena bermain melawan rekan setim. Mereka mengenal saya dan saya mengenal mereka,“ urai Balotelli. “Saya hanya ingin menang. Sekalipun mereka semua teman saya, saya berharap mereka akan kalah,” harap Balotelli. “Untuk itu pertama-tama saya harus mencetak gol,” janji bomber kontroversial ini.

Stevie G = Captain Marvel?

HALESOWEN – Peran Steven Gerrard di Euro bagi Inggris kali ini, diguyur pujian legenda hidup. Ron Atkinson. Stevie G – sebutan Gerrard, merupakan pemain Inggris generasi sekarang yang layak disepadankan dengan maestro terdahulu. Bryan Robson contohnya. Sejatinya, Gerrard dan Robson punya posisi yang berbeda, tapi punya peranan yang serupa. Gerrard lebih pada seorang gelandang sentral dan juga bisa memainkan peran playmaker. Sementara Captain Marvel – julukan Robson, lebih kepada seorang gelandang jangkar. Posisi Robson itulah yang saat ini kerap dimainkan Gerrard di tim Three Lions di Euro 2012 – sebagai penyeimbang sekaligus jembatan pertahanan dan serangan. Dengan peran itu, Atkinson teringat akan permainan Robson di era keemasaanya di tahun 80an bersama Manchester United. “Steven Gerrard pemain tipikal yang penting bagi Inggris maupun Liverpool. Dia pemain luar biasa. Bagi saya dia pemain yang paling mirip dengan rekan lama saya yang juga kapten Inggris dan United, Bryan Robson,” ungkap Atkinson kepada Sport360°, Minggu (24/6/2012). “Robbo (sapaan Robson) mungkin gelandang bertahan yang lebih baik, tapi saya juga suka melihat Gerrard ketika merebut bola dari lawan di beberapa pertandingan terakhir,” lanjut legenda yang kerap disapa ‘Big Ron’ tersebut. Tak hanya dari legenda lintas generasi Inggris saja yang menyimpan sanjungan bagi Gerrard. Calon lawan Inggris, centrocampista Italia, Daniele De Rossi-pun mengungkapkan kekagumannya, beberapa hari lalu. Kemampuan transformasi bertahan-menyerang Gerrard amat ingin ditiru De Rossi yang sudah mengidolakannya sejak satu dasawarsa silam,: “Steven Gerrard adalah idola saya,” aku De Rossi. “Dia sudah berada di puncak permainan selama 10 tahun. Anda melihat bagaimana dia bertahan dan menyerang. Saya ingin sekali bisa bermain seperti itu,” tandas wakil kapten AS Roma itu.

Marchisio Berencana Tukar Kaus dengan Gerrard

KIEV – Steven Gerrard ternyata memiliki banyak penggemar di tim nasional Italia. Setelah Daniele De Rossi mengakui bahwa Gerrad merupakan idolanya, kini giliran Claudio Marchisio yang mengungkapkan ingin bertukar kaus dengan kapten Three Lions itu di akhir pertandingan. Laga perempatfinal Inggris versus Italia akan digelar dinihari nanti di Stadion Olimpiade Kiev. Pemenang partai ini sudah ditunggu Jerman di semifinal. Marchisio kemungkinan besar akan didampingi Andrea Pirlo, Daniele De Rossi, dan Thiago Motta di lini tengah dalam formasi 4-3-1-2. Tentu menarik menyaksikan pertarungan dua maestro lini tengah antara Gerrard versus Pirlo. “Tentu saja saya takkan memikirkan itu (mengidolai Gerrard) selama berlangsungnya pertandingan, tapi saya akan dengan senang hati bertukar kaus dengannya di akhir laga,” kata Marchisio seperti dikutip dari Football-Italia, Minggu (24/6/2012). “Kami sadar akan menghadapi tim yang hebat dengan beberapa pemain juara. Kami harus meningkatkan diri dan bermain seperti di babak pertama melawan Kroasia,” harap Marchisio. “Siapa yang lebih kuat? Dia yang menang di akhir pertandingan. Kami harus percaya bahwa kami memiliki peluang untuk lolos,” pungkas gelandang Juventus tersebut.

Peter Pan Siap Jinakkan 11 Bulldog Inggris

KIEV – Inggris dan Italia mengumbar optimisme. Ashley Cole di kubu Inggris berniat tampil segarang anjing bulldog. Sementara Attaccante Antonio Cassano, punya tekad menumpas mimpi Inggris di perempatfinal, dini hari nanti. Inggris yang lolos dari Grup D sebagai juara bertahan, mulai pede di bawah gaffer (pelatih) anyar mereka, Roy Hodgson. Tak pelak, kepercayaan diri dan optimisme merebak di antara skuad Inggris untuk terus melangkah hingga partai puncak dan mungkin merebut gelar Eropa pertama mereka. “Kami akan tampil seperti 11 (anjing) bulldog di lapangan yang pantang menyerah. Kami akan selalu bekerja sama dan rela mati di lapangan demi rekan lainnya. Sejauh ini, tekad itu berhasil,” papar Cole kepada BBC, Minggu (24/6/2012). Sementara Gli Azzurri yang berstatus runner-up Grup C tak kalah yakinnya. Sejak lolos dari lubang jarum dengan menang atas Irlandia dan Spanyol ‘menyelamatkan’ asa Italia dengan mengalahkan Kroasia di partai terakhir, membuat Cassano percaya bahwa Italia mampu mengatasi tekanan apapun. “Kemenangan kami di laga terakhir kami perjuangkan dengan kemampuan terbaik dan penting artinya ketika kami lolos dari Grup. Saya sudah tak sabar untuk menantikan wasit meniup peluit lagi untuk kami menuntaskan laga (vs Inggris) kali ini,” tandas pemain berjuluk Peter Pan tersebut.

Lescott: Saya Selalu Kalahkan Balotelli di Latihan

KRAKOW – Mario Balotelli disebut-sebut bakal menjadi ancaman paling berbahaya Italia. Inggris pun pantas khawatir pada pertandingan dinihari nanti di Stadion Olimpiade Kiev. Namun, tidak demikian dengan Joleon Lescott. Bek andalan Three Lions itu mengungkapkan dia tahu benar cara melumpuhkan Balotlelli. Selama latihan di Manchester City, Lescott selalu berhasil mengalahkan Super Mario dalam berduel. Bek yang memiliki bekas luka di dahi itu sadar atmosfer latihan sangat berbeda dengan pertandingan sesungguhnya. Bersama Joe Hart dan James Milner, keempatnya memang sudah saling mengenal satu sama lain di kompleks latihan City. “Saya sadar banyak hal mengaitkan antara diri saya dengan Balotelli karena kami berdua bermain bagi Manchester City. Ini merupakan pertandingan Inggris versus Italia di perempatfinal turnamen utama dan butuh usaha dari seluruh tim untuk meraih kesuksesan,” kata Lescott kepada The Sun, Minggu (24/6/2012). “Sebenarnya saya dan Mario kerap berduel di dalam latihan. Biasanya saya selalu unggul tapi Anda takkan memenangi medali apapun dalam latihan,” tandas bek yang mengenakan kostum bernomor punggung 15 ini.

Inggris "Rasa Italia" Racikan Hodgson

MANCHESTER – Ketimbang saat Inggris dibesut Fabio Capello yang jelas-jelas asli Italia, Inggris di rezim Roy Hodgson di Euro kali ini dianggap Roberto Mancini lebih mencirikan Italia. Hogdson dinilai menerapkan taktik yang lebih mirip permainan Italia. Semasa Capello, St. George’s Cross bermain lebih terbuka dan selalu berusaha mencuri inisiatif serangan dan penguasaan lapangan. Tapi tidak begitu dengan racikan Hodgson. Tiga laga di Grup D mencerminkan bagaimaman Hodgson melepas ‘genre’ permainan Inggris ke taktik yang lebih cenderung mirip Italia dengan bertahan sembari menunggu kans terbaik untuk menyengat balik tim lawan. “Bagi saya, Roy Hodgson adalah pelatih Inggris persis seperti pelatih Italia. Inggris menghentak lawan dengan serangan balik. Permainan seperti ini yang dikuasai Italia sejak dulu,” papar nahkoda Manchester City tersebut. “Italia harus mewaspadai mereka saat permainan berubah tapi mereka juga masih harus mengandalkan teknik, kecepatan dan penguasaan mereka sendiri,” lanjutnya kepada Express, Minggu (24/6/2012). Sependapat dengan Mancio – sapaan Mancini, difensore Italia, Leonardo Bonucci juga menilai permainan Inggris saat ini bagaikan Italia dari tanah Britania. Bonucci melihat fenomena ini berkat besutan Capello di timnas Inggris dan juga beberapa pelatih Italia yang berkarier di Premier League. “Berkat pelatih terdahulu mereka, Fabio Capello dan pelatih Italia lainnya di Premier League, permainan Inggris lebih mirip Italia. Sistem permainan mereka banyak berubah,” timpal bek yang merumput bersama Juventus itu.

Keane: Terhindar Spanyol, Inggris di Atas Angin

WOODBRIDGE – Terhindarnya Inggris dari pertemuan dengan Spanyol di babak perempatfinal, membawa Inggris berada di atas angina. Tapi bagi legenda Manchester United, Roy Keane, kondisi itu dinilai bukan hal positif bagi Inggris, melainkan negatif. Beberapa pilar The Three Lions mengungkapkan kelegaannya terhindar dari juara bertahan. Mereka hanya menghadapi runner up grup C, Italia pada dini hari nanti. Tapi Keane melihat Inggris tanpa disadari telah meremehkan Italia. “Sepertinya saya akan bersimpati untuk Italia. Para pemain Inggris terlihat di atas angin karena terhindar dari Spanyol dan tanpa disadari, mungkin mereka meremehkan Italia,” tutur Keane kepada ITV, Minggu (24/6/2012). Soal Inggris, Keane hanya bisa sedikit merasa senang karena terdapat dua pilar United yang akan menjadi ujung tombak Inggris. Danny Welbeck akan punya kans bagus bersama Wayne Rooney. Keduanya dinilai klop karena sudah menciptakan chemistry di level klub. “Inggris harus mengandalkan Danny Welbeck di depan; dia punya chemistry yang bagus dengan Rooney di United dan mencetak sebuah gol penting melawan Swedia,” lanjut mantan Chaptaein tim nasional Irlandia tersebut. Sementara di kubu La Nazionale, peran Mario Balotelli takkan terbantahkan. Mungkin kelakuannya masih dianggap bengal, tapi Keane menilik skill pemenang dalam diri Super Mario. “Anda harus berharap dia on fire di lapangan. Jika tidak, anda harus menariknya dari lapangan. Tapi akhir-akhir ini, dia selalu menjadi penentu kemenangan,” pungkas Keane.

"Tinggalkan Spanduk atau Dilarang Masuk!"

DONETSK - Seorang pendukung Spanyol marah-marah di luar stadion sebelum laga perempatfinal Euro 2012 antara Spanyol vs Prancis berlangsung. Rupanya pria yang mengenakan wig merah itu tidak boleh masuk karena spanduk yang dibawanya terlalu besar. “Ini tidak lebih dari 2 meter, dan 'emangnya' ini bom, berbahaya, hingga tidak boleh dibawa masuk,” ujar suporter itu kesal. Spanduk belang-belang merah-putih itu berisi tulisan dari cat semprot. Tidak jelas apa isinya, tapi pria tersebut ngotot untuk membawa spanduk itu ke dalam stadion. Pihak keamanan hanya menahannya dengan dingin, dan karena tidak bisa berbahasa Inggris, petugas itu memanggil volunteer untuk memberi penjelasan mengapa dia tidak bisa masuk. “Ini peraturan, kami tidak bisa mengijinkan anda masuk ke stadion dengan spanduk ini. Silakan anda masuk tanpa spanduk ini, atau anda tetap di sini dengan spanduk ini. Itu pilihan anda, terserah saja,” kata volunteer tersebut. Suporter tersebut keukeuh berdebat. Setidaknya selama lima menit dia terus berargumen agar spanduknya tetap diizinkan dibawa ke Stadion.” Emang kenapa, Spanyol tim saya. Saya berhak memberi dukungan dengan spanduk ini, itu hak saya,” katanya lagi. UEFA memang melarang suporter untuk membawa Spanduk besar. Seorang suporter lain juga kedapatan membawa spanduk panjang, hingga dia harus mengeluarkannya dari tas dan mengukurnya di tanah diawasi petugas, agar diketahui panjang spanduk yang ia bawa. Penjagaan di Donbass Arena terbilang ketat. Penonton diperiksa oleh stewards yang bekerja di bawah pengawasan sejumlah petugas keamanan. Jika ada yang tidak beres, dan membutuhkan penanganan khusus mereka baru turun tangan. Untuk masuk ke dalam stadion, penonton langsung diperiksa di gerbang lingkar luar stadion. Pertama stewards hanya menceklis kolom di dalam tiket dengan spidol. Setelah itu, petugas memeriksa seluruh tubuh penonton dan meminta penonton memperlihatkan barang bawaannya. Tas atau barang bawaan yang tidak bisa diletakkan di bawah tempat duduk, tidak boleh dibawa ke dalam stadion. Penonton yang kedapatan membawa tas punggung misalnya, dipersilakan menitipkan di tempat yang telah disediakan. Setelah melewati penjagaan pertama, penonton harus melewati pemeriksaan kedua. Kali ini petugas memeriksa ke-valid-an tiket dengan pemindai hampir sama seperti sistem yang diberlakukan di halte bus Transjakarta.

Sabtu, 16 Juni 2012

"Lawan Belanda, Ronaldo Akan Cetak Gol"

KHARKIV – Hingga kini, penyerang Portugal Cristiano Ronaldo masih belum mengoleksi satu gol pun di ajang Euro 2012. Namun, penampilan punggawa Real Madrid itu mendapat pembelaan dari kiper utama Portugal, Rui Patricio. Meski Portugal berhasil mengalahkan Denmark pada Rabu (13/6) Rabu lalu, namun penampilan Ronaldo menuai kritikan. Ia gagal memanfaatkan peluang emas ketika tinggal berhadapan dengan kiper Denmark, Stephan Andersen. "Cristiano selalu bermain baik. Namun, tentu, segala hal tidak selalu berjalan melalui jalan terbaik, termasuk kegagalan dalam melakukan penyelesaian akhir,” ujar Patricio, seperti dilansir Goal, Sabtu (16/6/2012). “Tetap, Cristiano telah menjalani pertandingan dengan luar biasa. Dia telah berusaha keras dan saya yakin bahwa ia akan mencetak gol pada Minggu (melawan Belanda),” sambung kiper berusia 24 tahun itu. Mengenai peluang timnya lolos dari fase grup, kiper Sporting Clube de Portugal itu mengatakan bahwa Portugal harus bekerja keras. Pasalnya, semua tim di Grup B masih berpeluang lolos ke babak berikutnya. “Kami harus mencoba memainkan permainan yang sama seperti ketika melawan Jerman dan Denmark. Kami juga harus memberikan yang terbaik, bermain agresif serta tetap yakin bahwa kami mampu mengalahkan Belanda,” ujar Patricio. “Mereka memiliki tim yang sangat kuat dengan para pemain yang luar biasa, termasuk para penyerang hebat. Target utama kami adalah mencapai perempatfinal. Kami tahu, kami akan menghadapi pertandingan berat, tapi kami akan melakukan segalanya demi mendapat hasil baik,” pungkasnya.

Hodgson: Performa Walcott Menggembirakan

KIEV – Tampil di babak kedua menggantikan James Milner, Theo Walcott tampil gemilang dengan mencetak gol dan assist, serta membantu Inggris meraih kemenangan atas Swedia pada pertandingan Grup D Euro 2012, dini hari tadi. Pelatih The Three Lions Roy Hodgson pun merasa terbantu dengan hadirnya Walcott. Gol yang diciptakan Walcott tersebut mampu mengangkat moral tim, karena sebelumnya Inggris dalam keadaan tertinggal melalui dua gol Olof Mellberg. Sedangkan aksinya di sisi kiri pertahanan Swedia berujung gol yang diciptakan Danny Welbeck, sekaligus membalikkan keadaan. “Saya sangat gembira dengan performanya malam ini, karena, kontribusi yang diberikan Theo (Walcott) sangatlah besar. Masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol, dan membantu kemenangan menunjukkan kalau dia sangat senang,” ujar Hodgson, seperti dilansir Tribalfootball, Sabtu (16/6/2012). “Tentu saja, saya percaya kepadanya. Dia merupakan pemain bagus dan berkualitas. Itulah mengapa saya memilihnya dalam 23 pemain yang saya bawa,” sambungnya. Meski meraih kemenangan, Hodgson tidak cepat puas dengan hasil yang didapat The Three Lions. Menurutnya, permainan anak asuhnya perlu ditingkatkan demi memastikan langkah menuju babak berikutnya. “Saya telah bekerja dengan beberapa pemain (Inggris) dalam sebulan terakhir dan saya tetap mempelajari kemampuan apa yang mereka miliki. Selain itu, saya juga terus mencari bagian yang perlu ditingkatkan,” tutupnya.

Spanyol Waspadai Modric & Mandzukic

GDANSK – Kemenangan 4-0 Timnas Spanyol atas Timnas Republik Irlandia pada laga lanjutan Grup C tak membuat tim asuhan Vicente del Bosque berpuas diri. Laga pamungkas Grup D melawan Timnas Kroasia tetap mereka waspadai. Asisten Pelatih Timnas Spanyol, Paco Jimenez mewanti-wanti timnya untuk mengawal pergerakan dua bintang Kroasia Luka Modric dan Mario Mandzukic. Bagi Jimenez, keduanya adalah faktor kunci kreatifitas pergerakan Vatreni (julukan Kroasia). "Kroasia bermain sangat baik dan memiliki banyak fans yang datang ke Polandia. Itu adalah hal positif bagi sebuah tim yang dapat membuat mereka lebih berbahaya,” kata Jimenez seperti dilansir Tribalfootball, Sabtu (16/6/2012). "Mereka (Kroasia) memiliki pemain bagus seperti Modric dan Mandzukic dan pertahanan mereka telah bekerja dengan baik. Mereka menempatkan (Vedran) Corluka di pusat pertahanan, dia juga bermain bagus,” paparnya. Jimenez terkesan pada bagaimana Modric mampu mengatur irama permainan Timnas Kroasia, terutama saat menundukkan Republik Irlandia 3-1 dan mengimbangi Timnas Italia 1-1. Dia juga ingin timnya menjaga pergerakan Mandzukic yang sejauh ini di Euro 2012 telah mencetak tiga gol dalam dua laga. "Modric mengesankan saya dalam banyak hal, dia adalah pesepakbola fantastis. Mandzukic juga bermain sangat baik, tiga gol bukti dia telah melakukan tugasnya dengan bagus sebagai striker,” terang Jimenez. "Mandzukic juga bagus dalam bola-bola udara, dia bertarung untuk segalanya dan kami akan mengalami kesulitan jika dia tidak dikawal dengan ketat,” tutupnya. Spanyol akan berhadapan dengan Kroasia di laga terakhir Grup D pada 19 Juni dini hari WIB dan di waktu dan Grup yang sama, Italia harus mengalahkan Republik Irlandia jika ingin lolos ke perempatfinal Euro 2012.

Mellberg Cuek Digelari Man of the Match

KIEV – Bek Timnas Swedia, Olof Mellberg dipaksa untuk menghadiri konferensi pers pasca-pertandingan untuk menerima penghargaan Man of the Match usai kekalahan 3-2 timnya dari Timnas Inggris dini hari tadi. Mellberg bermain cemerlang pada laga lanjutan Grup D tersebut dan mencetak seluruh gol yang diciptakan Swedia. Sayangnya, kecemerlangannya tidak membuahkan kemenangan untuk Blagult (julukan Swedia), bahkan Swedia harus angkat koper setelah dua kali menelan kekalahan di Grup D Euro 2012. Mantan pemain Aston Villa ini mengucapkan terima kasih kepada pers yang berkumpul untuk mencalonkan dia mendapatkan penghargaan ini, tapi Mellberg tidak merahasiakan kenyataan bahwa dia lebih suka telah mengambil tiga poin. "Tidak ada artinya penghargaan ini," kata Mellberg, seperti dilansir Goal, Sabtu (16/6/2012). "Rasanya aneh untuk memenangkan sesuatu ketika Anda kalah dan pulang. Terima kasih karena telah memilih saya, tapi sulit menerima ketika kami telah tereliminasi," tutur pemain berusia 34 tahun ini. Kekalahan atas Inggris telah menempatkan Swedia belum mengumpulkan satu poin pun dari dua laga Grup D. Pada laga terakhir yang tak berpengaruh apa-apa bagi Swedia, mereka harus menghadapi Timnas Prancis pada 20 Juni dini hari WIB.

Rooney Bisa Dimainkan, Hodgson Malah Pusing

KIEV - Pelatih Timnas Inggris, Roy Hodgson mengakui bisa kembali dimainkannya Wayne Rooney setelah mendapat sanksi larangan bertanding, malah membuat mantan pelatih Fulham ini pusing. Keputusan berani Hodgson untuk memilih Andy Carroll terbayar ketika tandukkan striker Liverpool ini membuat Three Lions unggul di babak pertama. Kemudian, penampilan gemilang duet Rooney di lini depan Manchester United, Danny Welbeck juga menjadi penentu kemenangan 3-2 Inggris atas Timnas Swedia dini hari tadi. Deretan penyerang tersebut yang membuat Hodgson pusing tentang siapa yang akan menjadi starting eleven dalam pertandingan hidup mati di laga terakhir Grup D melawan tuan rumah Ukraina. "Saya menyambut para pemain yang telah memberikan kemampuan terbaik mereka. Saya sangat senang dengan kinerja para pemain depan,” ujar Hodgson, seperti dilansir Tribalfootball, Sabtu (16/6/2012) “Tapi sekarang ini menjadi semacam masalah tentang seleksi pemain. Wayne Rooney adalah pemain spesial dan terus terang, akan sulit untuk meninggalkan dia,” ungkap pelatih yang menggantikan posisi Fabio Capello ini. "Saya takut ketika Anda berharap dia (Rooney) kembali ke dalam tim saat larangan bertandingnya berakhir. Saya belum tahu siapa yang akan turun sejak menit pertama, kita lihat saja,” tuntasnya. Rooney kini tersedia untuk Inggris saat melawan Ukraina pada 20 Juni dini hari WIB, setelah sebelumnya absen di dua laga pertama Grup D Euro 2012 akibat hukuman dua pertandingan yang diterimanya saat babak kualifikasi melawan Montenegro.

Jumat, 15 Juni 2012

Italia Keluhkan Adanya Pelecehan Lagu Kebangsaan

POZNAN - Italia melalui Komite Olimpiade Italia (CONI) siap melaporkan keluhan secara resmi kepada Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) terkait insiden pelecehan lagu kebangsaan milik Italia selama ajang Euro 2012. Kejadian pelecehan tersebut terjadi pada dua laga Gli Azzurri di babak penyisihan grup C, yaitu saat melawan Spanyol dan Kroasia. Akan tetapi CONI berencana melaporkan keluhan tersebut kepada Federasi Sepakbola Italia (FIGC) terlebih dahulu. Presiden CONI, Gianni Petruci, mengaku saat lagu kebangsaan miliki Italia diperdengarkan, para fans lawan yang berada dalam studio malah melakukan tindakan tak terpuji. Pelecehan yang dimaksud adalah dengan mengeluarkan suara, seperti bunyi peluit dan juga yel-yel. “Saya akan melaporkan hal ini kepada FIGC terlebih dahulu yang mana nantinya meminta pihak UEFA untuk menjatuhkan sanksi kepada fans-fans yang sudah melakukan pelecehan kepada lagu milik Italia,” ungkap Petrucci usai laga melawan Kroasia, seperti dilansir Football-Italia, Jumat (15/6/2012). “Hinaan sendiri telah terjadi sebanyak dua kali, yang pertama ketika kami melawan Spanyol. Kami secara tegas tidak bisa menerima hal ini dan tak ingin terulang kembali,” keluhnya. Dalam laga yang berakhir imbang 1-1 tersebut permainan sendiri sedikit terhenti karena ulah para fans Kroasia yang melemparkan kembang api dan asap ke dalam lapangan. Pasalnya, asap tersebut cukup pekat dan menghalangi pandangan para pemain di lapangan

Pelatih Kroasia: Italia Dibantu Wasit

POZNAN - Pelatih Kroasia Slaven Bilic, mengungkap kekecewaanya atas kinerja wasit saat Kroasia ditahan imbang 1-1 oleh Italia dalam babak penyisihan grup C Euro 2012, Kamis (14/6/2012). Bilic menuding wasit berpihak pada Italia. Dalam konferensi pers usai laga, Bilic langsung mengomentari kinerja Howard Webb yang memimpin laga tersebut. Bilic mengatakan banyak keputusan-keputusan Webb yang merugikan timnya. “Beberapa pelatih mungkin tak ingin membicarakan wasit, namun saya tak setuju akan hal itu. Saya mungkin tidak objektif, tapi sangat jelas ketika Jelavic dijatuhkan bahwa itu penalti,” keluhnya, seperti dilansir Football-Italia, Jumat (15/6/2012). “Saya tak ingin adanya kontroversi. Namun, wasit (Webb) sangat jelas membela Italia,” sambungnya. Soal laga terakhir Kroasia di babak penyisihan grup C dengan melawan Spanyol, Bilic tidak terlalu ingin membicarakannya dahulu. Namun, pelatih berusia 43 tahun ini tetap optimistis akan peluang timnya. “Saya tak ingin membicarakan laga kami selanjutnya melawan Spanyol. Namun, saya cukup optimistis menatap laga selanjutnya,” pungkasnya.

Soal Taktik, Del Bosque Siap Dikritik

POZNAN - Kemenangan 4-0 Spanyol atas Irlandia dalam babak penyisihan grup C, tak lepas dari perubahan taktik seorang Vicente Del Bosque. Meski begitu, sang Entrenador La Rufia Roja ini mengaku siap dikritik atas taktiknya. Pesta gol yang dibuat para pasukan La Rufia Roja adalah hasil perubahan taktik Del Bosque. Dalam laga tersebut, Del Bosque menerjunkan seorang striker yaitu Fernando Torres, meski bermain dengan formasi 4-3-3. Sementara, David Silva dan Andres Iniesta menjadi penyerang sayap. Namun, Del Bosque membantah jika perubahan tersebut dikarenakan kritikan yang terus datang padanya karena strategi False 9 yang dipakainya saat bermain 1-1 melawan Italia. “Saya paham akan sepakbola dan saya bukan orang baru di dunia ini. Oleh karena itu, saya juga siap untuk dikritik,” ungkap Del Bosque kepada Tele5, Jumat (15/6/2012). “Semua pemain merasa nyaman dengan atau tanpa No.9. Mereka tak memiliki preferensi khusus untuk Torres, Alvaro Negredo, Fernando Llorente, dan Fabregas,” sambungnya. Terlepas dari taktik yang diterapkannya tersebut Del Bosque tetap senang akan performa para pemainnya. “Kami bangga akan permainan terbaik kami, dengan melawan tim yang pantang menyerah,” pungkasnya.

Berat, tapi Swedia Bisa Kalahkan Inggris

KIEV – Sebastian Larsson sadar melawan Inggris merupakan sebuah pertandingan yang sangat berat. Tapi, Larsson yakin Swedia berpeluang untuk mengalahkan Inggris Blagult (julukan Swedia) memulai pertandingan Grup D dengan buruk. Zlatan Ibrahimovic dkk harus mengakui keunggulan Ukraina dengan skor 2-1. Selanjutnya, Blagult akan berhadapan dengan Inggris. Peluang skuad besutan Erik Hamren ini menjadi berat, untuk lolos Swedia harus mengalahkan The Three Lions pada pertandingan kedua Grup D. Larsson yakin peluang Blagult untuk lolos masih ada. “Kami mengharapkan pertandingan berat, Inggris bermain dengan organisasi yang baik, khususnya sejak Roy Hodgson memegang kendali tim. Kami sama-sama membutuhkan poin. Jika kami memainkan kemampuan terbaik, kami bisa mengalahkan Inggris,” kata Larsson. Larsson juga tidak lupa memberikan pujian kepada Steven Gerrard. Gelandang Sunderland ini menilai, permainan Gerrard bersama Tiga Singa, memang patut diberi acungan jempol. “Kehadiran Gerrard sangat berarti buat Inggris, mengingat dia adalah kapten dan pemimpin mereka. Dia memiliki semuanya, saya sudah mengamatinya cukup lama, Gerrard tahu cara bertahan dan menyerang,” tandasnya, diberitakan Goal, Jumat (15/6/2012).

Hodgson Ingin Anak Asuhnya Tampil "Bengis"

KYIV - Pelatih Inggris Roy Hodgson mengatakan kepada timnya agar lebih memanfaatkan peluang ketika anak asuhnya melakukan serangan balik saat bertemu Swedia, Sabtu (16/6/2012). Jika Gerrard cs bisa tampil “bengis” dalam laga lanjutan kualifikasi Grup D, ia yakin timnya bakal melenggang mulus ke fase berikutnya. Pada pertandingan pertama The Three Lions hanya mampu bermain 1-1 melawan Prancis. Ia pun cukup puas dengan kinerja anak asuhnya saat menjalani laga pembuka, namun pelatih 64 tahun ini masih perlu perbaikan serta kerja keras agar Inggris dapat lolos dari Grup D. “Saya senang dengan pertandingan awal kami. Kami bermain Kami bermain cukup baik, aspek-aspek tertentu dari permainan kami bagus. Kami harus menjaga itu dan jika kita memenangi pertandingan, kami harus terus bekerja keras disetiap laga,” tutur Hodgson, demikian dilansir Soccerway, Jumat (15/6/2012). "Kami harus mencoba memastikan ketika mendapatkan peluang serangan balik, kami harus memaksimalkannya dengan baik dan mengambil keuntungan sepenuhnya,” sambung mantan pembesut Liverpool itu. "Sulit untuk mendapatkan peluang gol yang baik dalam sepakbola. Anda tidak akan mendapatkan peluang yang sama selama permainan dan Anda harus sangat efektif apabila menerima peluang tersebut,” tandasnya. Ketika ditanya tentang perubahan jelang laga melawan Skandinavia, Hodgson pun belum mau mengungkapkan strategi apa yang akan dia pakai. "Saya belum memutuskan tim. Sesi pelatihan malam ini (Kamis) akan menjadi penting dalam memutuskannya," katanya.

Kamis, 14 Juni 2012

Lawan Jerman, Denmark Tanpa Rommedahl

LVIV – Denmark akan menghadapi partai hidup mati melawan Jerman. Kekuatan lini tengah Tim Dinamit dipastikan berkurang setelah Dennis Rommedahl tidak dapat bermain pada pertandingan tersebut. Nasib sial dialami Denmark pada pertandingan kedua Grup B. Setelah harus mengakui keunggulan Portugal 3-2, tim asuhan Martin Olsen ini juga harus kehilangan winger Rommedahl, yang harus ditarik keluar lapangan pada menit 60. “Ini adalah masalah waktu karena mereka sedang mengalami cedera otot, tapi sepertinya Dennis Rommedahl tidak akan bermain melawan Jerman. Kami akan fokus dengan Rommedahl, jika kami bisa lolos,” jelas Olsen. Sementara itu, Denmark kemungkinan sudah bisa memainkan winger lainnya Niki Zimling, yang sudah bisa bermain melawan Jerman. Namun, Olsen masih harus menunggu sampai beberapa saat sebelum pertandingan dimulai. “Dengan kehadiran Niki Zimling mungkin akan lebih baik, tapi kami mungkin tidak akan mengetahui kondisinya sesaat sebelum pertandingan dimulai,” sambungnya, kepada UEFA.com, Jumat (15/6/2012).

Rabu, 13 Juni 2012

Gerrard: Saatnya Hapus Kutukan 43 Tahun

KRAKOW – Untuk kesekian kalinya, Inggris bersua Swedia. Kali ini panggungnya Euro 2012. Terselip satu fakta unik di antara mereka – terutama yang dirasa tak mengenakkan bagi Inggris. Sudah 43 tahun lamanya Inggris gagal mendulang kemenangan dari Blågut di turnamen kompetitif. Ya, catatan itu bagai duri dalam daging bagi The Three Lions. Terakhir kali Inggris mampu menang dari negara skandinavia itu adalah pada tahun 1968 di Wembley, yang berkesudahan 3-1. Tiga gol Inggris ditorehkan Bobby Charlton, Martin Peters dan Roger Hunt. Sedangkan pertemuan terakhir mereka di sebuah turnamen besar, terjadi di Piala Dunia 2006. Kala itu pula, kedua tim kembali meraih hasil draw, 2-2. Skipper Steven Gerrard ingin memanfaatkan partai kedua Inggris di Grup D, Sabtu dini hari mendatang sebagai pemutus tuah buruk tersebut. “Kami akan menganalisa pertandingan pertama kami untuk mengetahui apa yang salah agar laga melawan Swedia berakhir sesuai harapan. Kami harus merebut tiga poin dari mereka,” tegasnya kepada NDTVSports, Rabu (13/6/2012). “Duel melawan Swedia tak pernah mudah dan saya rasa kami sudah lama sekali tak mengalahkan mereka di pertandingan kompetitif. Kami akan respek kepada mereka dan tanpa mengurangi rasa hormat, kami harus memenangkannya,” lanjut Gerrard. Sementara, ketidakpuasan hasil imbang 1-1 kontra Prancis di laga perdana, seakan menyatukan hati dan kepercayaan diri segenap anggota skuad St. George’s Cross untuk tampil lebih baik. Tiket perempat final tak ingin mereka lepaskan tanpa perjuangan di dua laga tersisa babak grup. “Menurut saya, tim kami lebih menyatu di ruang ganti sejak pertandingan melawan Prancis. Terdapat lebih banyak keyakinan dan kepercayaan diri. Begitupun dengan kebersamaan yang memang kami butuhkan,” pungkas sang kapten baru Inggris tersebut.

Ini Nasihat Maradona untuk Van Marwijk

DUBAI – Legenda dunia, Diego Maradona yang diketahui salah satu penyuka gaya permainan Belanda, tak lepas pandangan dari tim asuhan Bert van Marwijk itu. Maradona pun bersedia mendermakan sarannya demi kelanjutan perjalanan Belanda di Euro 2012. El Dio atau Sang Dewa (julukan Maradona), berpendapat bahwa menilik dari performa De Oranje di laga perdana kontra Denmark, Belanda kurang menunjukkan kegarangan lini gedornya di area pertahanan lawan. Mestinya, Maradona menganggap dengan banyaknya talenta hebat di skuad mereka saat ini, Belanda tak kehabisan amunisi tajam nan brilian. Tapi dilihat sang maestro, Van Marwijk dianggap tak bisa memaksimalkan daya Robin van Persie cs. Selain Van Persie, Maradona juga berpendapat bahwa seharusnya mertua Mark van Bommel itu juga mampu memaksimalkan bakat Arjen Robben dan Wesley Sneijder sebagai senjata mematikan. Jika saja dini hari nanti kala melawan Jerman, Robben dan Van Persie mampu memanfaatkan 50 persen peluang yang didapat, Belanda akan punya kans yang lebih besar untuk meraup tiga poin dari seteru abadinya itu. “Van Marwijk harus bisa memaksimalkan performa brilian Sneijder yang menjadi inspirasi mereka di laga pertama,” ungkap pelatih klub Uni Emirat Arab, Al Wasl tersebut. “Sementara Van Persie dan Robben, setidaknya harus merampungkan 50 persen dari semua peluangnya jika ingin mengalahkan Jerman yang punya pertahanan solid,” lanjutnya, sebagaimana disitat Times of India, Rabu (13/6/2012). Kendati begitu, Maradona tetap merujuk kepada Jerman sebagai pemenang. Bukan asal menjagokan, Maradona mengupas fakta bahwa beban Jerman tak seberat Belanda dan skuad Jerman dihuni pemain yang lebih muda serta lebih terorganisir ketimbang Belanda. “Tapi untuk hasil akhir, saya cenderung memilih Jerman yang sepertinya takkan keberatan menyudahi laga dengan hasil imbang. Pemain mereka juga lebih muda dan organisasi tim lebih baik dari pada Belanda,” tuntas Maradona.